5 Pantangan ke Tanah Lot yang Wajib Diketahui Wisatawan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantangan ke Tanah Lot menjadi hal yang sering diperbincangkan, terutama di kalangan wisatawan yang tertarik dengan sisi spiritual dan budaya Bali.
Mengutip dari tanahlot.id, Tanah Lot merupakan salah satu pura laut paling terkenal di Bali, yang tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga tempat suci bagi umat Hindu.
Karena statusnya yang sakral, tempat ini diyakini memiliki sejumlah pantangan yang perlu dihormati agar tidak menyinggung nilai-nilai adat maupun kepercayaan masyarakat setempat.
Pantangan ke Tanah Lot
Sebelum berkunjung, penting bagi wisatawan untuk mengetahui beberapa pantangan agar tidak melanggar norma adat dan budaya setempat. Berikut adalah pantangan ke Tanah Lot yang wajib diketahui wisatawan.
1. Memasuki Pura Tanpa Busana Adat
Tanah Lot adalah kawasan suci umat Hindu Bali. Wisatawan dilarang memasuki area pura jika tidak mengenakan busana adat seperti kain kamen dan selendang.
Pakaian tersebut merupakan simbol kesopanan dan penghormatan terhadap tempat ibadah. Meski hanya berkunjung untuk melihat, aturan ini tetap berlaku bagi siapa pun yang ingin masuk ke area suci.
2. Membawa atau Mengonsumsi Alkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol di area sekitar pura sangat dilarang. Alkohol dianggap mengganggu kesucian dan ketenangan pura sebagai tempat sembahyang.
Oleh karena itu, wisatawan diharapkan tidak membawa atau meminum alkohol saat berkunjung agar tidak menyinggung kepercayaan masyarakat setempat.
3. Membuang Sampah Sembarangan
Menjaga kebersihan Tanah Lot merupakan kewajiban setiap pengunjung. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencemari lingkungan dan dapat dianggap tidak menghormati tempat suci.
Fasilitas tempat sampah sudah disediakan, sehingga wisatawan wajib menggunakannya.
4. Berenang di Sekitar Pura
Berenang atau bermain air di sekitar pura sangat tidak dianjurkan. Selain karena ombak laut yang besar dan berbahaya, area tersebut juga dianggap sakral. Tindakan tersebut bisa dianggap tidak sopan atau bahkan melanggar adat jika dilakukan sembarangan.
5. Melanggar Etika
Jika berkunjung saat upacara berlangsung, pengunjung dilarang mengganggu jalannya prosesi.
Mengambil foto tanpa izin, berbicara keras, atau berjalan di tengah area upacara merupakan pelanggaran etika. Hormatilah kegiatan ibadah yang sedang dilakukan umat Hindu.
Itulah penjelasan mengenai pantangan ke Tanah Lot yang wajib diketahui wisatawan. Dengan mematuhi pantangan ini, wisatawan turut menjaga keharmonisan dan menghormati kearifan lokal Bali.
Baca Juga: Sejarah Candi Nandi, Kisah di Balik Arsitektur Megahnya
