5 Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan dari, untuk, serta oleh rakyat. Meski begitu, hal ini tak hanya terbatas pada struktur politik, tetapi juga dalam lingkungan keluarga. Adapun salah satu peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab adalah melalui pembelajaran partisipasi.
Akbar dalam Penerapan Sistem Demokrasi dalam Keluarga sebagai Langkah Awal Penyetaraan Gender menyebutkan bahwa penerapan sistem demokrasi dalam keluarga akan memupuk perilaku keadilan dan kesetaraan.
Untuk mengetahui lebih lanjut seputar peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab, simak penjelasan berikut ini.
Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi
Pada dasarnya, demokrasi bukan hanya terbatas dalam dunia politik saja, tetapi juga bisa berlaku dalam keluarga maupun masyarakat. Maka dari itu, orang tua berperan besar dalam menanamkan demokrasi kepada anak-anaknya sejak dini.
Adapun beberapa peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab adalah:
1. Pembentukan Nilai Kewarganegaraan
Salah satu peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab adalah membentuk nilai-nilai kewarganegaraan dasar di dalam lingkungan keluarga.
Misalnya adalah menanamkan kepada anak mengenai sikap saling menghargai perbedaan, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maupun toleransi. Untuk menanamkannya, orang tua bisa mempraktikkannya secara langsung agar bisa ditiru oleh anak.
2. Pendidikan Politik Awal
Peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab selanjutnya adalah memberikan pendidikan politik awal. Sebab, keluarga menjadi lembaga pertama bagi anak untuk memperoleh pengetahuan awalnya.
Lewat interaksi sehari-hari yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak, maka buah hati bisa diajarkan mengenai hak asasi manusia maupun tanggung jawab.
3. Kesadaran terhadap Hak Asasi Manusia
Peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab berikutnya adalah menanamkan kesadaran akan hak asasi manusia. Hal ini penting agar anak bisa menghormati hak orang lain. Cara ini juga bisa mendorong terjadinya perubahan positif dalam masyarakat.
4. Pembelajaran melalui Partisipasi
Peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab lainnya adalah melibatkan anggota keluarga dalam kegiatan demokratis di lingkungan masyarakat. Hal ini akan membiasakan setiap anggota keluarga untuk lebih berpartisipasi aktif terhadap isu demokrasi dalam negeri, seperti dalam pemilihan umum maupun kegiatan sosial.
5. Menciptakan Lingkungan Diskusi Terbuka
Peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab terakhir adalah menciptakan lingkungan diskusi terbuka. Dalam hal ini, anak bisa didorong untuk mengutarakan pengalaman unik dan pandangannya terhadap suatu isu maupun fenomena.
Demikian beberapa informasi berkaitan dengan peran keluarga dalam membangun demokrasi yang beradab. [ENF]
