5 Perbedaan Kemiskinan Struktural dan Kultur

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan kemiskinan struktural dan kultur perlu dipahami dengan baik untuk dapat merancang kebijakan yang efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan.
Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dua konsep yang sering digunakan untuk memahami kemiskinan adalah kemiskinan struktural dan kemiskinan kultur.
Meskipun keduanya berkaitan dengan kesulitan ekonomi, keduanya memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.
5 Perbedaan Kemiskinan Struktural dan Kultur
Perbedaan kemiskinan struktural dan kultur adalah pada penyebab dan faktor yang mendasarinya.
Dikutip dari laman scholar.unand.ac.id, Terdapat dua tipe kemiskinan yaitu kemiskinan struktural dan kemiskinan kultur. Secara teoritis kemiskinan struktural yaitu keadaan miskin yang dialami oleh masyarakat dan bersumber dari struktur sosial.
Kemiskinan kultural lebih kepada budaya, kebiasaan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat seperti malas dan lemahnya etos kerja.
Kedua jenis kemiskinan ini memiliki penyebab yang berbeda dan memerlukan pendekatan yang berbeda pula untuk penanggulangannya.
Berikut adalah lima perbedaan utama antara kemiskinan struktural dan kemiskinan kultur:
1. Penyebab Utama
Berikut ini perbedaan utama dari keduanya berdasarkan penyebab utama:
Kemiskinan Struktural: Disebabkan oleh ketidakadilan dalam sistem sosial, politik, dan ekonomi. Faktor seperti distribusi sumber daya yang tidak merata, kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, serta kurangnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang layak menjadi penyebab utama.
Kemiskinan Kultur: Berasal dari faktor budaya, nilai, dan kebiasaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Misalnya, adanya pandangan bahwa kemiskinan adalah takdir yang tak bisa diubah, atau kurangnya motivasi untuk keluar dari kemiskinan.
2. Faktor Eksternal vs Internal
Berikut ini perbedaan utama dari keduanya berdasarkan faktor eksternal dan internal:
Kemiskinan Struktural: Lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, pasar kerja, dan sistem pendidikan yang tidak inklusif.
Kemiskinan Kultur: Lebih terkait dengan faktor internal, yaitu pola pikir atau mentalitas masyarakat yang cenderung pasrah atau tidak berusaha untuk mengubah keadaan mereka.
3. Solusi yang Diperlukan
Berikut ini perbedaan utama dari keduanya berdasarkan solusinya:
Kemiskinan Struktural: Membutuhkan perubahan dalam kebijakan sosial, ekonomi, dan pemerintahan, seperti peningkatan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta redistribusi kekayaan.
Kemiskinan Kultur: Lebih membutuhkan perubahan dalam pola pikir masyarakat, melalui pendidikan, pemberdayaan, dan pelatihan keterampilan.
4. Lingkup Penyebaran
Berikut ini perbedaan utama dari keduanya berdasarkan lingkup penyebaran:
Kemiskinan Struktural: Dapat mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke sumber daya atau kesempatan yang setara.
Kemiskinan Kultur: lebih banyak ditemukan pada kelompok tertentu yang memiliki pola pikir atau kebiasaan tertentu yang membatasi peluang mereka.
5. Pengaruh Jangka Panjang
Berikut ini perbedaan utama dari keduanya berdasarkan pengaruh jangka panjang:
Kemiskinan Struktural: Cenderung memiliki dampak jangka panjang yang lebih luas karena sistem sosial yang tidak adil mempengaruhi banyak individu secara bersamaan.
Kemiskinan Kultur: Dapat bersifat lebih individual atau terbatas pada kelompok tertentu, namun juga dapat menghambat upaya keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Dengan memahami perbedaan antara kedua jenis kemiskinan ini, solusi yang lebih tepat dapat diterapkan untuk mengurangi kemiskinan di masyarakat. (Yln)
Baca juga : Kemiskinan Struktural: Kenapa Sulit Diberantas?
