5 Raja Kerajaan Singasari pada Masa Kejayaan dan Runtuhnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Singasari atau disebut Kerajaan Tumapel merupakan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha. Raja Kerajaan Singasari yang pertama sekaligus yang mendirikan Kerajaan Singasari adalah Ken Arok pada tahun 1222 M.
Kerajaan Singasari mengalami masa kejayaan di bawah kuasa Kertanegara. Sayangnya, masa kejayaan Kerajaan Singasari tidak berlangsung lama dan akhirnya berakhir saat Kertanegara wafat. Lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini!
Raja Kerajaan Singasari
Otto Sukatno Cr dan Untung Mulyono dalam buku berjudul Kerajaan Tumapel (Singhasari) dan Majapahit menjelaskan bahwa Kerajaan Singasari merupakan kerajaan yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di Singosari yang sekarang terkenal sebagai Kabupaten Malang.
Berdasarkan pada Prasasti Kududu, nama resmi dari Kerajaan Singasari adalah Kerajaan Tumapel. Adapun ibu kotanya berada di Kutaraja.
Menurut Kitab Pararaton dan Kitab Negarakertagama sebagai sumber kerajaan, raja-raja Kerajaan Singasari adalah sebagai berikut:
1. Kitab Pararaton
Terdapat 5 raja Kerajaan Singasari dalam Kitab Pararaton, yaitu:
Ken Arok (1222 M-1274 M).
Anusapati (1274 M-1249 M).
Tohjaya (1249 M-1250 M).
Ranggawuni (1250 M-1272 M).
Kertanagara (1272 M-1292 M).
2. Kitab Negarakertagama
Adapun daftar raja-raja Kerajaan Singasari dalam Kitab Negarakertagama, antara lain:
Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 M-1227 M).
Anusapati (1227 M-1248 M).
Wisnuwardhana (1248 M-1254 M).
Kertanagara (1254 M-1292 M).
Masa Kejayaan Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari berada pada masa keemasan di bawah masa pemerintahan Kertanegara. Ia diidentifikasi sebagai raja terakhir dan raja paling besar dalam sejarah Singasari.
Kertanegara merupakan raja pertama Kerajaan Singasari yang mengalihkan politik perhatiannya ke luar pulau Jawa. Pada tahun 1275, ia juga mengirimkan pasukan yang disebut menjadi sejarah Ekspedisi Pamalayu untuk merebut Selat Malaka dan Selat Sunda.
Selanjutnya, Kertanegara menjadikan Dharmasrya (Bekas Sriwijaya di Sumatera) sebagai lokasi benteng pertahanan untuk menghadapi ekspansi kekaisaran Mongolia di bawah panji Kubhilai Khan.
Pada tahun 1284 M, Kertanegara juga berhasil melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Bali. Hubungan diplomatik Kerajaan Singasari juga sangat berkembang dengan mengirimkan ekspedisi bahari ke Champa (Vietnam) dan Kerajaan Melayu.
Masa Keruntuhan Kerajaan Singasari
Kematian Kertanegara akibat serangan Jayakatwang pada tahun 1292 M menjadi penanda berakhirnya politik Kerajaan Singasari. Jayakatwang berhasil membunuh raja terakhir Kerajaan Singasari tersebut dan merebut kekuasaan untuk dirinya sendiri.
Setelah kematian Kertanegara, beberapa wilayah Singasari pun banyak yang melepaskan diri. Pada akhirnya, Kerajaan Singasari pun runtuh
Itulah penjelasan tentang raja Kerajaan Singasari beserta masa kejayaan dan masa keruntuhannya. Semoga bermanfaat! (Ek)
