5 Tradisi Bangka Belitung yang Menarik dan Penuh Makna

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tradisi Bangka Belitung sangat beragam, unik, menarik, dan penuh makna. Tradisi tersebut masih ada dan lestari sampai sekarang. Berbagai tradisi di Bangka Belitung merupakan simbol kebersamaan serta mempererat tali persaudaraan antarmasyarakat.
Tradisi Bangka Belitung yang Masih Ada Hingga Sekarang
Tradisi unik yang masih ada di Bangka Belitung hingga sekarang adalah:
1. Perang Ketupat
Perang Ketupat adalah tradisi unik dari Bangka Belitung. Bukan hanya unik, tradisi ini juga menarik dan penuh makna. Perang Ketupat dilaksanakan setiap awal Tahun Baru Islam (satu Muharram) berlangsung di pedesaan Pantai Tempilang dan Bangka Barat.
Prosesi dalam tradisi ini adalah warga setempat ikut berpartisipasi dengan berkumpul di pantai. Tradisi ini bermakna sebagai pemberian persembahan makanan untuk makhluk halus yang berdiam di kawasan daratan.
2. Peh Cun
Alex Cheung, dkk dalam buku berjudul Perayaan Tionghoa di Indonesia menjelaskan bahwa perayaan Peh Cun di Bangka Belitung diramaikan dengan kegiatan tamasya ke pantai, lomba dayung perahu, dan melempar bakcang ke tengah laut sebagai bentuk dari mengingat Kut Goan.
Peh Cun sebagai peringatan Dinasti Couw 340 SM. Pada ritual Peh Cun ada dua prosesi, yakni membuang Nyuk Cuk ke laut (untuk simbolis) dan mandi air laut saat terik matahari. Peh Cun dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Tionghoa.
3. Beripat Beregong
Tradisi Bangka Belitung Beripat Beregong adalah permainan adu ketangkasan memakai senjata rotan. Pemenangnya adalah peserta yang mendapatkan pukulan paling sedikit.
Beripat Beregong dilaksanakan tahunan setiap Marastaun. Prosesi ini berlangsung mulai selamatan hingga pembangunan rumah setinggi 6-7 m yang berfungsi untuk para penabuh alat musik.
4. Cheng Beng
Tradisi Cheng Beng sangat unik dan menarik. Tradisi ini disebut juga sembahyang kubur. Tradisi Cheng Beng dilaksanakan pada 5 April. Keturunan Tionghoa banyak yang menyaksikan tradisi Cheng Bong. Ritual ini banyak dilaksanakan di Kota Pangkal Pinang.
Peziarah akan berkunjung dengan membawa sesajen, seperti Dam kuo, Sam-sang, dan Chai coi. Makam leluhur akan diterangi lilin dan diletakkan uang palsu atau kim chin.
5. Nirok Nanggok
Tradisi Nirok Nanggok adalah tradisi menangkap ikan air tawar di kawasan rawa-rawa dan sungai. Tradisi ini dilaksanakan setiap musim kemarau, baik perorangan maupun secara beramai-ramai.
Prosesi pada tradisi Nirok Nanggok sebagai simbol rasa syukur dan saat pelaksanaannya dipandu oleh seorang pemimpin. Tradisi ini berlangsung dari bulan Agustus dan September di kawasan Desa Kembiri, Belantu, hingga Selatan Pulau Belitung.
Demikianlah beberapa tradisi Bangka Belitung yang menarik dan penuh makna. (eK)
