5 Wujud Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Politik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat berbagai wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang politik yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Satu di antaranya adalah melakukan demokratisasi.
Di bawah ini adalah wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang politik lainnya yang harus dipelajari.
Wujud Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Politik
Setiap warga negara harus bijak dalam berperilaku, termasuk menyikapi pengaruh kemajuan IPTEK, khususnya di bidang politik. Hal ini karena di era globalisasi seperti saat ini, ilmu pengetahuan serta teknologi dapat berkembang amat pesat.
Tentu saja akan ada dampak negatif dan positif yang muncul. Salah satu dampak negatifnya, yaitu penyebaran isu hoaks atau bohong mengenai hal-hal yang berkaitan dengan politik.
Oleh sebab itu, sikap selektif amat diperlukan guna menghindari pengaruhnya pada bidang politik. Demikian ulasan dalam situs files1.simpkb.id.
Berikut wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang politik yang penting diketahui.
1. Melakukan Demokratisasi
Melaksanakan demokratisasi dapat diartikan menciptakan tatanan bangsa supaya bisa menjadi negara yang lebih demokratis.
Demokratis artinya bersifat demokrasi atau memiliki cara bersikap, berpikir, serta bertindak dengan menilai hak serta kewajiban diri sendiri dan orang lain adalah sama.
Contoh sikap demokrati, antara lain menghargai perbedaan, menghargai segala keputusan atau hasil musyawarah, serta menyampaikan pendapat dengan baik dan benar.
2. Berpartisipasi Aktif dalam Politik
Turut berpartisipasi aktif dalam politik di sini terlihat dengan adanya keterlibatan warga negara di segala tahap kebijakan, mulai dari pembuatan keputusan hingga penilaian.
Untuk bisa berpartisipasi di bidang politik atau mengikuti pemilihan umum, warga negara harus berusia di atas 17 tahun.
Akan tetapi, bila usia belum mencukupi, pastikan tetap berperan dalam pemilihan di lingkungan sekitar. Salah satu contohnya, yaitu ikut memilih ketua karang taruna.
Partisipasi aktif dalam bidang politik pun ditunjukkan dengan warga negara yang menyampaikan aspirasi secara lisan maupun tertulis lewat media sosial atau lembaga perwakilan rakyat.
3. Memperkuat Kepercayaan Rakyat
Cara memperkuat kepercayaan rakyat dapat dilakukan dengan menciptakan pemerintahan yang bersih dari kejahatan dan tindak pidana korupsi, bersikap transparan, serta mendorong partisipasi seluruh warga negara yang bertanggung jawab.
4. Memperkuat Posisi Negara di Kancah Politik Internasional
Indonesia turut berperan di kancah politik internasional. Contohnya, yaitu terus aktif dalam ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal ini akan membuat nama Indonesia semakin dikenal dan bisa berpengaruh di panggung politik internasional.
5. Menegakkan Supremasi Hukum
Supremasi hukum adalah upaya menegakkan serta menempatkan hukum di posisi tertinggi. Dengan demikian, hukum akan mampu melindungi setiap warga negara tanpa ada halangan.
Demikian wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang politik yang perlu dipelajari. Selain beberapa poin yang telah disebutkan, sikap selektif di bidang politik lainnya juga ditunjukkan dengan pemanfaatan teknologi dengan bijak di bidang politik. (DN)
