Konten dari Pengguna

5 Wujud Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Sosial Budaya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya. Foto: Artem Beliaikin/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya. Foto: Artem Beliaikin/Unsplash

Ada bemacam wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya yang penting dipelajari.

Contoh pengaruh positif kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya, antara lain kemudahan dalam mempelajari kebudayaan di seluruh dunia hingga sebagai media penegakan HAM.

Ketahui berbagai wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya dalam uraian berikut.

Wujud Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK di Bidang Sosial Budaya

Ilustrasi wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya. Foto: Polina Kuzovkova/Unsplash

Wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya dapat dilihat dari perilaku sehari-hari individu.

Menurut situs sman8bpp.sch.id, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh dalam gaya hidup, kemudahan mengakses informasi, hingga cara berpakaian.

Selain memberi pengaruh positif, kemajuan IPTEK juga membawa pengaruh negatif, salah satunya di bidang sosial dan budaya. Sikap selektif harus diterapkan agar bangsa Indonesia bisa mencapai kemajuan tanpa meninggalkan norma, budaya, dan tradisi asli negeri sendiri.

Berikut wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya yang perlu diketahui.

1. Membatasi Konsumsi Budaya Asing

Batasilah konsumsi budaya asing, khususnya yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Pastikan lebih bijak dalam memilih tontonan atau buku

Karena terlalu banyak mengonsumsi hal-hal yang mengandung konten atau budaya asing bisa memengaruhi pandangan masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

Oleh sebab itu, ambillah nilai-nilai positif dari budaya asing dan jangan meniru nilai negatif yang dibawanya.

2. Memegang Adat Ketimuran

Budaya timur dan barat jelas sangat berbeda. Budaya barat terkesan lebih bebas.

Kendati demikian, tidak semua yang ada dalam budaya barat harus ditiru. Tetaplah memegang adat ketimuran yang mengandung nilai-nilai seperti sopan santun dan menjunjung tinggi musyawarah.

3. Menerapkan Nilai Pancasila dan Ajaran Agama

Setiap warga negara Indonesia harus menerapkan serta memahami nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring nilai sosial dan budaya asing. Terapkan pula ajaran agama yang baik sehingga mudah menolak nilai asing yang bertentangan dengannya.

4. Menjunjung Tinggi Kebanggaan Terhadap Budaya Sendiri

Budaya timur sangatlah beragam dan tidak kalah bagus dengan budaya barat. Tanamkan rasa bangga pada budaya sendiri agar tak mudah terbawa arus atau meniru budaya asing tanpa berpikir panjang.

5. Mempelajari Budaya Daerah

Pelajari budaya daerah Indonesia mulai dari tarian sampai keseniannya. Perbanyak wawasan mengenai ragam budaya nusantara sehingga rasa cinta tanah air akan kian terpupuk.

Demikian wujud sikap selektif terhadap pengaruh kemajuan IPTEK di bidang sosial budaya.

Selain beberapa wujud sikap yang telah disebutkan di atas, penting pula untuk memiliki kemampuan sosialisasi yang baik supaya makin cakap dalam berkomunikasi sesuai kultur masyarakat setempat. (DN)