Konten dari Pengguna

6 Bukti Bahasa Melayu sudah Digunakan pada Abad ke-7 M

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bukti bahasa melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M. Sumber: Emily/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bukti bahasa melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M. Sumber: Emily/pexels.com

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Indonesia yang diadopsi dari bahasa Melayu. Menurut sejarah, terdapat beberapa bukti bahasa Melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M.

Hal ini juga disampaikan oleh Sahril (2020) dalam tulisannya bertajuk Bahasa Melayu: Antara Barus dan Malaka. Sahril menyebut, awal periode bahasa Melayu adalah pada abad ke-7 hingga ke-16 Masehi.

Lantas, apa saja bukti bahasa Melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M? Simak penjelasannya di artikel berikut.

Bukti Bahasa Melayu sudah Digunakan pada Abad ke-7 M

Ilustrasi bukti bahasa melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M. Sumber: Nitin Arya/pexels.com

Bahasa Melayu adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia. Bahasa ini diadopsi menjadi bahasa Indonesia dan lahir tepat saat Kongres Sumpah Pemuda di tanggal 28 Oktober 1928.

Menurut sejarah, bahasa Melayu ini sudah digunakan sejak abad ke-7 Masehi. Adapun bukti bahasa Melayu sudah digunakan pada abad ke-7 M adalah sebagai berikut:

  1. Prasasti Kedukan Bukit yang terletak di tepi Sungai Tatang, Palembang, Sumatera Selatan. Prasasti ini memiliki tahun 683 Masehi dan dianggap paling tua. Selain itu, prasasti ini juga menyebutkan nama Sriwijaya.

  2. Prasasti Talang Tuwo (684 M) di Palembang. Prasasti ini menjelaskan mengenai konstruksi bangunan Taman Srikestra yang didirikan berdasarkan perintah Hyang Sri-Jayanaca sebagai tanda kemakmuran negeri serta keselamatan raja. Selain itu, prasasti tersebut juga mencantumkan doa maupun mantra suci untuk keselamatan raja.

  3. Prasasti Kota Kapur (686 M) di Bangka Barat. Prasasti ini berisi mengenai permohonan terhadap Tuhan agar Kerajaan Sriwijaya diberikan keselamatan dan menghukum para pengkhianat karena melawan kedaulatan raja.

  4. Prasasti Karang Brahi (688 M) di Jambi. Isi prasasti ini mirip dengan prasasti Kota Kapur yang berkaitan dengan keselamatan Kerajaan Sriwijaya dan memohon keselamatan orang-orang yang patuh terhadap raja Sriwijaya.

  5. Prasasti Gandasuli (832 M) yang ditemukan di wilayah Jawa Tengah.

  6. Prasasti yang ditemukan di wilayah Bogor (942 M).

Prasasti-prasasti tersebut mencatat peristiwa pada zaman itu dengan bahasa Melayu Kuno dan dicampur dengan bahasa Sanskerta. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa Melayu memang telah digunakan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan berperan sebagai lingua franca atau bahasa perhubungan. [ENF]