Konten dari Pengguna

6 Dampak Positif Peristiwa Reformasi bagi Bangsa Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak positif peristiwa reformasi, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak positif peristiwa reformasi, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com

Masa reformasi di Indonesia terjadi pada tahun 1998, masa ini merupakan masa peralihan dari orde baru pemerintahan Soeharto. Ada banyak dampak positif peristiwa reformasi, salah satunya yaitu membuka ruang untuk menjalin kerjasama.

Era reformasi juga termasuk sebuah istilah yang mengacu pada pemerintahan setelah Orde Baru. Era ini ditandai dengan adanya perubahan kehidupan masyarakat secara drastis ke arah lebih baik.

Dikutip dari buku Budaya & Birokrasi karya Aras Solong, berikut beberapa dampak positif dari peristiwa reformasi di Indonesia.

Dampak Positif Peristiwa Reformasi

Ilustrasi dampak positif peristiwa reformasi, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com

Pada dasarnya, era reformasi dimulai ketika Presiden Soeharto melepaskan jabatan presiden dan digantikan oleh B.J. Habibie selalu wakil presiden. Hal ini memberikan banyak dampak positif peristiwa reformasi bagi Indonesia seperti.

1. Membuka Ruang untuk Menjalin Kerjasama dengan Negara Lain

Indonesia mulai bisa menjalin kerjasama dengan negara lain setelah masa reformasi. Kerjasama ini bisa dilakukan melalui hubungan bilateral hingga multilateral lewat lembaga internasional yang saling menguntungkan.

2. Siapa Saja Bisa Menjadi Presiden

Setiap warga Indonesia berpeluang untuk menjadi pemimpin seperti presiden negara. Buktinya Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang bisa menjadi presiden latar belakang pesantren dan Jokowi dengan latar belakang pengusaha.

3. Pembatasan Masa Jabatan Presiden

Pada masa orde baru, belum ada aturan terkait pembatasan masa jabatan presiden, jadi presiden bisa menjabat seumur hidup. Namun pada masa reformasi, ada aturan baru yang dibuat terkait pembatasan masa jabatan presiden.

4. Mengakhiri Praktik KKN

Korupsi dan nepotisme yang terjadi di Indonesia menjadi semakin diperhatikan sejak masa reformasi. Hal ini diwujudkan dengan diakhirinya praktik KKN yang menyederhanakan partai politik jika dekat dengan pemerintah.

5. Mengakhiri Kekuasaan Orde Baru

Kekuasaan orde baru yang sering menyengsarakan rakyat dapat diakhiri dengan masa reformasi. Masa orde baru sendiri identik dengan Soeharto yang menjadi presiden selama 32 tahun lamanya.

6. Kebebasan Berpendapat

Janji pemerintah Indonesia tentang kebebasan dalam berpendapat selama orde baru hanya berjalan sebentar. Semakin lama, pelaksanaan kebebasan berpendapat semakin memudar hingga terhapus.

Saat awal masa reformasi, Indonesia harus menghadapi krisis ekonomi karena menurunnya nilai tukar rupiah. Namun juga ada banyak dampak positif peristiwa reformasi bagi Indonesia yang perlu diketahui. (DSI)