6 Kerajaan Maritim Hindu Buddha di Indonesia dan Dampaknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu periode penting sejarah maritim Indonesia adalah masa kerajaan Hindu-Buddha, yang berlangsung dari abad ke-4 hingga 16 Masehi. Oleh karena itu, kerajaan maritim Hindu Buddha di Indonesia dan dampaknya perlu untuk diketahui.
Dikutip dari buku Sejarah Maritim Indonesia karya Abdul Rahman Hamid, banyak kerajaan bercorak Hindu atau Buddha berdiri di daratan maupun di pesisir pantai Indonesia yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar di berbagai bidang.
Pada artikel ini, akan dijelaskan kerajaan maritim Hindu Buddha di Indonesia dan dampaknya.
Kerajaan Maritim Hindu-Buddha
Beberapa kerajaan maritim Hindu-Buddha yang ada di Indonesia adalah sebegai berikut:
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai menjadi tempat persinggahan jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Selat Makassar, Filipina, dan Tiongkok.
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara memiliki hubungan dagang dengan negara India dan juga Tiongkok.
3. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan maritim terbesar di Asia Tenggara yang wilayah kekuasaannya mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa.
4. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno memiliki hubungan dagang dengan beberapa negara, yaitu India, Tiongkok, Kamboja, dan Thailand.
5. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari memiliki hubungan dagang juga dengan India, Tiongkok, Kamboja, dan Vietnam.
6. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit memiliki wilayah kekuasaan yang cakupannya hampir seluruh Nusantara dan sebagian wilayah Asia Tenggara.
Dampak Kerajaan Maritim Hindu-Buddha
Dampak dari kerajaan maritim Hindu-Buddha yang signifikan bagi perkembangan Indonesia, antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan perekonomian
Kerajaan maritim Hindu-Buddha berhasil mengembangkan perdagangan maritim yang menguntungkan bersama dengan berbagai negara.
Kerajaan maritim Hindu-Buddha juga membangun infrastruktur serta fasilitas yang mendukung aktivitas perekonomian, contohnya pelabuhan, jalan, irigasi, dan pasar.
2. Menguatkan pertahanan
Kerajaan maritim Hindu-Buddha mempunyai armada laut kuat dan tangguh dan mampu menghadapi ancaman dari luar. Kerajaan-kerajaan ini juga membangun banyak benteng dan menara yang bertujuan dijadikan sarana pengawasan serta perlindungan.
3. Mengembangkan kebudayaan
Kerajaan maritim Hindu-Buddha menciptakan banyak karya budaya yang megah dan indah. Misalnya candi, patung, relief, prasasti, serta karya sastra.
Kerajaan maritim Hindu-Buddha juga menjalin hubungan kebudayaan dengan bangsa lain, contohnya India, Tiongkok, Arab, Persia, dan Eropa.
Demikian penjelasan kerajaan maritim Hindu Buddha di Indonesia dan dampaknya. (ARH)
