Konten dari Pengguna

7 Ciri-Ciri Pithecanthropus Robustus dan Hasil Budayanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Ciri-Ciri Pithecanthropus Robustus. Sumber: Jeremy Bishop/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Ciri-Ciri Pithecanthropus Robustus. Sumber: Jeremy Bishop/Pexels.com

Pithecanthropus Robustus termasuk jenis manusia purba yang hidup di zaman prasejarah Indonesia. Dari temuan ciri-ciri Pithecanthropus Robustus, manusia purba ini menjalani hidup secara berpindah-pindah atau nomaden.

Pithecanthropus Robustus banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya di Pulau Jawa. Pada zaman manusia purba ini, ada berbagai hasil budaya yang menarik. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut!

Ciri-Ciri Pithecanthropus Robustus

Ilustrasi: Ciri-Ciri Pithecanthropus Robustus. Sumber: Brett Sayles/Pexels.com

Nana Nurliana Soeyono dalam buku berjudul Sejarah untuk SMP dan MTs menjelaskan bahwa jenis Pithecanthropus yang paling tua dikenal dengan sebutan Pithecanthropus Robustus atau disebut juga Pithecanthropus Mojokertensis.

Berdasarkan istilah jenis manusia purba, Pithecanthropus Robustus merupakan salah satu jenis manusia kera paling kuat. Adapun secara bahasa, Pithecanthropus Robustus memiliki makna manusia kera dengan ukuran besar dan struktur tubuh paling kuat.

Diketahui bahwa manusia purba Pithecanthropus Robustus tinggal di wilayah Mojokerto. Sebab, temuan fosilnya ditemukan di Mojokerto pada tahun 1836, tepatnya di kawasan Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R Von Koenigswald.

Oleh karena itu, nama Pithecanthropus Robustus berubah menjadi Pithecanthropus Mojokertensis. Lokasi penemuan fosil tersebut dahulunya diperkirakan merupakan padang rumput dengan pepohonan yang jarak tumbuhnya lumayan jauh.

Penemuan fosil lainnya juga ditemukan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Pithecanthropus Robustus diperkirakan hidup di masa Pleistosen Awal, Pleistosen Tengah, dan Pleistosen Akhir.

Ciri-ciri dari Pithecanthropus Robustus dari segi fisiknya adalah:

  1. Berbadan tegap, namun berbeda dari perawakan Meganthropus.

  2. Tingginya 165-189 cm.

  3. Alat pengunyah yang kuat.

  4. Tulang kening yang menonjol hingga pelipis.

  5. Mempunyai isis tengkorak kurang lebih 50-1300 cc.

  6. Belum mempunyai tulang dagu.

  7. Ada tulang yang menonjol di bagian belakang kepala.

Hasil Budaya Pithecanthropus Robustus

Manusia purba Pithecanthropus Robustus mempunyai berbagai hasil budaya, yaitu:

1. Pahat Genggam

Alat ini berfungsi menggemburkan tanah supaya bisa mendapatkan dan mencari jenis umbi-umbian untuk makanan.

2. Kapak Genggam

Alat berbentuk seperti kapak perimbas dengan ukuran jauh lebih kecil. Penggunaannya dengan cara digenggam. Fungsinya untuk mencari makanan, memotong daging, menggali umbi, dan menguliti binatang.

3. Kapak Perimbas

Jenis artefak manusia purba ini berfungsi untuk pemotong dan penetak. Bentuknya cembung dan banyak digunakan untuk memangkas.

4. Kapak Penetak

Jenis artefak yang serupa dengan kapak perimbas, tetapi bentuknya lebih lebar. Fungsinya untuk membelah kayu atau bambu.

5. Alat Serpih

Alat serpih berguna sebagai mata panah, pisau, dan alat potong. Mempunyai ukuran sekitar 10 cm-20 cm dan banyak ditemukan di gua-gua.

6. Alat-Alat dari Tulang Binatang

Alat ini banyak ditemukan di Ngandong, Ngawi, Jawa Timur. Fungsinya untuk belati, pisau, hingga mata tombak.

Demikianlah ciri-ciri Pithecanthropus Robustus dan hasil budayanya. Semoga bermanfaat! (ek)