7 Ciri-Ciri Pithecanthropus Soloensis beserta Sejarah dan Penemunya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pithecanthropus Soloensis merupakan jenis manusia purba yang banyak ditemukan di Indonesia. Ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis serupa dengan jenis Pithecanthropus yang lain, namun yang membedakan adalah manusia kera ini asalnya dari Solo.
Manusia purba Pithecanthropus Soloensis diperkirakan hidup di Zaman Batu Tua atau Zaman Paleolitikum. Mereka hidup di lembah Sungai Bengawan Solo purba. Agar semakin jelas, simak ulasan di bawah ini!
Sejarah Kehidupan Pithecanthropus Soloensis
Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia Balai Pustaka dalam buku berjudul Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia menjelaskan bahwa Pithecanthropus Soloensis diperkirakan hidup kurang lebih 900.000 hingga 300.000 tahun lalu.
Pada awalnya, Pithecanthropus Soloensis masuk ke dalam kategori Homo Sapiens Soloensis, namun saat ini telah masuk ke dalam kategori spesies Homo Erectus.
Pithecanthropus Soloensis hidup bergantung pada alam. Mereka hidup secara nomaden atau berpindah-pindah, menyesuaikan ketersediaan makanan di sekitarnya.
Makanan utama dari Pithecanthropus Soloensis adalah daging yang diperoleh dari hasil berburu. Selain itu, mereka juga mengonsumsi tumbuhan. Namun, manusia purba pada masa ini belum mengetahui cara mengolah bahan makanan.
Pithecanthropus Soloensis memakai peralatan yang sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alat yang digunakan banyak yang terbuat dari batu. Misalnya, alat serpih, kapak perimbas, peralatan dari tulang, dan kapak penetak.
Penemu Pithecanthropus Soloensis
Pithecanthropus Soloensis ditemukan pertama kali oleh G.H.R.Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppernorth. Mereka menemukan fosil manusia purba tersebut sekitar tahun 1931 sampai 1933.
Lokasi penemuannya ada di kawasan Ngandong, berdekatan dengan Bengawan Solo. Menurut penelitian, Pithecanthropus Soloensis bertahan hidup hingga akhir Pleistosen Tengah.
Ciri-Ciri Pithecanthropus Soloensis
Pithecanthropus Soloensis dikatakan sebagai subspesies manusia purba dengan ciri dan bentuknya yang khas. Ciri-ciri fisik dari Pithecanthropus Soloensis, yaitu:
Mempunyai kapasitas otak dengan isi tengkorak sekitar 750-975 cc.
Tengkorak tebal, bentuknya lonjong, masif dengan perlekatan cukup mencolok.
Bagian kening dan mata memiliki tonjolan lumayan tebal yang melintang sepanjang pelipis namun menyusut pada bagian tengahnya.
Mempunyai bentuk wajah lebih lebar, hidunganya tebal dan lebar, dan tidak mempunyai dagu, namun memiliki rahang yang cukup kuat dan gigi geraham yang besar.
Mempunyai tinggi badan kurang lebih 165-180 cm serta berat badannya kurang lebih 80-100 kg.
Bentuk tubuhnya tegap, namun tidak setegap jenis Meganthropus Paleojavanicus.
Perlekatan ototnya cukup luas dan otaknya mempunyai panjang lebih besar.
Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis hingga penemuannya. Semoga bermanfaat! (Ek)
