Konten dari Pengguna

7 Contoh Interaksi Sosial Disosiatif serta Pengertiannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh interaksi sosial disosiatif. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh interaksi sosial disosiatif. Foto: Pixabay

Interaksi sosial disosiatif merupakan salah satu jenis interaksi sosial yang harus dihindari karena bisa memicu terjadinya perpecahan.

Tak hanya itu, interaksi sosial disosiatif juga mampu melemahkan persatuan serta solidaritas individu atau kelompok.

Untuk menghindarinya, mari simak contoh interaksi sosial disosiatif yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai Contoh Interaksi Sosial Disosiatif

Ilustrasi contoh interaksi sosial disosiatif. Foto: Pixabay

Dikutip dari situs fisip.umsu.ac.id, interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antar individu maupun kelompok.

Beberapa ciri dari interaksi sosial antara lain:

  • Pelakunya melebihi satu orang

  • Terdapat komunikasi dengan simbol tertentu

  • Ada konteks waktu dalam tiap interaksi sosial

  • Tujuan yang ingin dicapai

Interaksi sosial sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu interaksi sosial disosiatif dan asosiatif. Di mana interaksi sosial disosiatif cenderung mengarah pada perpecahan serta lebih menekankan pada persaingan dan perlawanan.

Sementara interaksi sosial asosiatif justru sebaliknya. Ia mampu menciptakan kerja sama dan persatuan antar individu maupun kelompok.

Berikut adalah sejumlah contoh interaksi sosial disosiatif yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

  • Perkelahian antar teman

  • Pertengkaran orang tua dan anak

  • Keributan antar gank motor

  • Kelompok masyarakat yang dihasut oleh pihak tertentu

  • Memfitnah orang tanpa bukti

  • Melakukan pengkhianatan pada kelompoknya

  • Para siswa dari sekolah berbeda yang bersaing dalam perlombaan atau olimpiade.

Jenis Interaksi Sosial Disosiatif

Dalam buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar oleh Dina Anika Maharyani dkk, interaksi sosial disosiatif terbagi menjadi tiga jenis antara lain:

1. Perselisihan

Merupakan interaksi sosial yang timbul karena ada masalah atau selisih paham.

2. Persaingan

Interaksi sosial yang terjadi akibat adanya perpecahan antar individu yang sebetulnya masih dalam konteks positif.

3. Kontravensi

Interaksi sosial yang dapat pula diartikan sebagai perasaan tidak suka yang tersembunyi.

Sementara itu, secara umum interaksi sosial disosiatif dibagi menjadi:

1. Kompetisi

Individu yang terlibat di dalamnya saling memperebutkan sesuatu. Contohnya ialah perebutan jabatan atau sumber daya.

2. Konflik

Individu atau kelompok berusaha untuk mengalahkan pihak lain demi mencapai tujuan dengan cara menyerang, termasuk menggunakan kekerasan.

3. Kontravensi

Rasa tidak suka yang disembunyikan. Contohnya adalah pengkhianatan, penghasutan, atau penolakan.

Demikian contoh interaksi sosial disosiatif serta penjelasannya. Jenis interaksi sosial ini kerap memicu perselisihan dan perpecahan sehingga lebih baik dihindari. (DN)