7 Contoh Sosial Budaya Kerajaan Sriwijaya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Sebagai kerajaan besar, terbentuklah sosial budaya Kerajaan Sriwijaya yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di masa itu.
Dikutip dari buku Sriwijaya, Prof. Dr. Slamet Muljana, (2006:25), dijelaskan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di tanah Sumatra. Bukti keberadaannya diketahui melalui prasasti-prasasti dan piagam peninggalan masa lalu.
Meski sempat mengalami masa kejayaan, kerajaan Sriwijaya akhirnya runtuh karena berbagai faktor, utamanya karena faktor internal yang sulit untuk dihindarkan.
Contoh Sosial Budaya Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya saat ini memang sudah tidak lagi ada setelah keruntuhannya pada tahun 1377 Masehi. Meskipun begitu, contoh sosial budaya Kerajaan Sriwijaya masih bisa dilihat dari peninggalan-peninggalannya. Berikut beberapa di antaranya:
1. Sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Kegiatan sosial di masa kerajaan Sriwijaya sendiri sudah beragam. Penasaran apa saja itu? Simak ulasan di bawah ini:
Masyarakat maritim: Sriwijaya merupakan kerajaan maritim, sehingga masyarakatnya memiliki hubungan erat dengan laut dan perdagangan.
Stratifikasi sosial: Masyarakat Sriwijaya terbagi menjadi beberapa lapisan, yaitu raja, bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata.
Peran perempuan: Perempuan memiliki peran penting dalam masyarakat Sriwijaya, seperti menjadi pedagang atau pengusaha.
2. Budaya
Pada masa kerajaan, kegiatan budaya sudah sangat kental. Hal itu dapat dilihat dari contoh-contoh yang diulas pada poin-poin berikut:
Buddha: Agama Buddha memiliki pengaruh besar dalam budaya Sriwijaya, terlihat dari peninggalan-peninggalan seperti stupa dan patung Buddha.
Arsitektur: Arsitektur Sriwijaya dipengaruhi oleh gaya Buddha dan Hindu, contohnya seperti candi-candi di Sumatera.
Kesenian: Kesenian Sriwijaya terkenal dengan ukiran-ukiran kayu dan batu yang indah.
Bahasa: Bahasa Melayu Kuno digunakan sebagai bahasa resmi Kerajaan Sriwijaya.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Pada masa kejayaan yang berlangsung di abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, Sriwijaya menjadi pusat perdagangan, kebudayaan, dan keagamaan di Asia Tenggara. Beberapa bukti peninggalannya yakni sebagai berikut:
Prasasti:Prasasti Talang Tuo dan Prasasti Kedukan Bukit
Candi: Candi Muara Takus dan Candi Biaro Bahal
Patung: Patung-patung Buddha seperti Patung Buddha Taman Alam Lumbini
Demikianlah ulasan mengenai contoh sosial budaya Kerajaan Sriwijaya beserta peninggalan-peninggalan berharganya. (Nay)
Baca juga: Cara Purbasari Memenangkan Pertarungan Melawan Purbararang
