7 Faktor yang Melatarbelakangi Bangsa Barat Melakukan Penjajahan di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semenjak zaman lampau, bangsa Barat tidak bisa menghasilkan rempah-rempah dan sebaliknya Indonesia sangat kaya. Oleh karena itu, faktor yang melatarbelakangi bangsa barat melakukan penjajahan di Indonesia perlu diketahui.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, Indonesia memiliki berbagai macam hasil bumi yang diperdagangkan ke India, Tiongkok, Arab, dan Eropa. Karena itulah wilayah Indonesia menjadi incaran bangsa asing untuk dijajah.
Pada artikel ini, akan dijelaskan faktor yang melatarbelakangi bangsa barat melakukan penjajahan di Indonesia
Faktor yang Melatarbelakangi Bangsa Barat dalam Melakukan Penjajahan di Indonesia
Berkembangnya kolonialisme dan imperialisme yang dianut oleh bangsa barat seperti Belanda, Spanyol, Portugis, dan Inggris merupakan ideologi yang menjadi awal mula bangsa barat melakukan penjajahan di Indonesia.
Kolonialisme adalah upaya untuk menguasai suatu wilayah demi mendapatkan sumber daya. Sedangkan imperialisme ialah sistem politik yang mempunyai tujuan menguasai negara lain supaya memperoleh keuntungan.
Upaya menguasai wilayah Indonesia inilah yang disebut penjajahan. Penjajahan menjadi istilah karena adanya tindakan untuk mengambil alih pemerintahan, sosial, dan ekonomi oleh pihak Eropa dari bangsa Indonesia.
Berikut faktor yang melatarbelakangi penjajahan di Indonesia terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal:
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah latar belakang yang berasal dari dalam, yaitu pihak Indonesia sendiri.
Hubungan perdagangan karena letak kawasan Indonesia yang strategis.
Indonesia adalah penghasil rempah-rempah terbesar dan rempah-rempah sangat dibutuhkan oleh penduduk Eropa kala itu.
Belum adanya persatuan dan kesatuan di antara kerajaan satu dengan yang lain di Nusantara.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal munculnya dari barat, dan kemudian membuat bangsa Eropa melakukan kolonialisasi ke wilayah Asia dan Afrika, termasuk kawasan Asia Tenggara pada abad ke 16.
Munculnya keyakinan bahwa bumi bulat. Sehingga ketika seseorang berlayar lurus ke barat, akan kembali ke titik semula.
Terjadinya zaman Renaissance yang merupakan kebangkitan kembali peradaban dan kebudayaan Eropa.
Terjadinya peristiwa Konstantinopel, yaitu jatuhnya pusat perdagangan serta ibu kota kerajaan Romawi oleh kekuasaan Islam di Arab, sehingga jalur perdagangan menuju Asia menjadi terputus.
Ambisi bangsa barat mencari wilayah baru dengan semangat Gold, Glory, dan Gospel yang artinya kekayaan, kejayaan, dan penyebaran Injil.
Demikian penjelasan faktor yang melatarbelakangi bangsa barat melakukan penjajahan di Indonesia. (ARH)
