Konten dari Pengguna

7 Kabinet yang Terbentuk pada Masa Demokrasi Parlementer

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer. Foto: Pixabay

Kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer terus berganti hingga sebanyak tujuh kali, mulai dari Kabinet Natsir hingga Kabinet Djuanda.

Artikel berikut ini akan mengupas lebih lanjut tentang kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer.

Kabinet yang Terbentuk pada Masa Demokrasi Parlementer

Ilustrasi kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer. Foto: Pixabay

Demokrasi parlementer disebut juga demokrasi konstitusional yang bermula sejak diturunkannya Maklumat Wakil Presiden No. X/1945 yang diikuti dengan Maklumat Pemerintah.

Buku Dinamika Ilmu Administrasi Publik dalam Merawat Proses Demokratisasi karya Munawar Noor, menyebut bahwa sistem demokrasi parlementer ini pertama kali diterapkan setelah jatuhnya kabinet Presidensial Pertama pada 14 November 1945.

Namun, demokrasi parlementer faktanya justru menimbulkan ketidakstabilan politik karena banyaknya partai politik kala itu. Selain itu, terjadi perdebatan dalam Konstituante yang justru menimbulkan konflik berkepanjangan.

Hingga pada akhirnya, kabinet terus berganti hingga sebanyak tujuh kali, salah satunya karena munculnya mosi tidak percaya terhadap partai lawan. Berikut perinciannya:

  1. Kabinet Natsir, dengan perdana menteri Mohammad Natsir dan terdiri dari 18 anggota. Bekerja sejak 6 September 1950 hingga 21 Maret 1951.

  2. Kabinet Sukiman-Suwirjo, dengan perdana menteri Sukiman Wirjosandjojo dan terdiri dari20 anggota. Bekerja sejak 27 April 1951 hingga 23 Februari 1952.

  3. Kabinet Wilopo, dengan perdana menteri Wilopo dan terdiri dari 18 anggota. Bekerja sejak 3 April 1952 hingga 3 Juni 1953.

  4. Kabinet Ali Sastroamidjojo, dengan perdana menteri Ali Sastroamidjojo dan terdiri dari 20 anggota Bekerja sejak 1 Agustus 1953 hingga 24 Juli 1955.

  5. Kabinet Burhanuddin Harahap, dengan perdana menteri Burhanuddin Harahap dan terdiri dari 23 anggota. Bekerja sejak 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956.

  6. Kabinet Ali Sastroamidjojo II / Ali Wongso, dengan perdana menteri Ali Sastroamidjojo dan terdiri dari 25 anggota. Bekerja sejak 24 Maret 1956 hingga 14 Maret 1957.

  7. Kabinet Djuanda, dengan perdana menteri Djuanda Kartawidjaja dan terdiri dari 24 anggota. Bekerja sejak 9 April 1957 hingga 5 Juli 1959.

Demikian adalah pemaparan tentang tujuh kabinet yang terbentuk pada masa demokrasi parlementer. (SP)