7 Pahlawan Perempuan Nasional Indonesia dan Kisah Hidupnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa perjuangan Indonesia, lahir banyak pahlawan perempuan nasional yang turut serta berjuang dan menggelorakan kemerdekaan untuk bangsa. Misalnya adalah Raden Ajeng Kartini dan Cut Nyak Dhien.
Faradil dalam Analisis Psikobiografi Tokoh Pencetus Perubahan Sosial Kampung Bahasa Di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mengungkapkan bahwa Raden Ajeng Kartini berjasa dalam mengupayakan perbaikan pendidikan bagi wanita di Indonesia.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pahlawan perempuan nasional Indonesia, simak selengkapnya di artikel berikut.
Pahlawan Perempuan Nasional
Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional, bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Nah, berikut ini adalah daftar nama pahlawan perempuan nasional yang perlu diketahui.
1. Cut Meutia
Salah satu pahlawan perempuan nasional adalah Cut Meutia. Beliau adalah pahlawan dari Aceh yang turut serta melawan Belanda ketika sedang terjadi peperangan di tanah kelahirannya.
Cut Meutia melakukan perjuangan melawan penjajah bersama suaminya, Teuku Cik Tunon dan Pang Naggroe sampai akhirnya terbunuh tanggal 26 September 1910.
2. Raden Ajeng Kartini
Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini juga termasuk sebagai pahlawan perempuan nasional. Beliau memperjuangkan hak para perempuan agar memperoleh kesetaraan selayaknya kaum pria, khususnya di bidang pendidikan.
R.A. Kartini melakukan perjuangan melalui beberapa upaya, seperti menulis surat-surat yang ternyata mampu mengubah pandangan pihak kolonial terhadap perempuan Jawa.
3. Cut Nyak Dhien
Pahlawan perempuan nasional lainnya adalah Cut Nyak Dhien. Beliau aktif dalam peperangan melawan penjajah Belanda bersama suaminya sampai suaminya meninggal. Cut Nyak Dhien pun berjuang sendirian dengan gigih untuk melawan Belanda.
4. Fatmawati
Pahlawan perempuan nasional berikutnya adalah Fatmawati. Beliau berjasa dalam menjahit bendera merah putih untuk dikibarkan di masa proklamasi kemerdekaan.
Selain itu, Fatmawati selaku istri Ir. Soekarno juga berjasa dalam membangun rumah sakit serta berbagai sarana kesehatan untuk masyarakat.
5. Nyi Ageng Serang
Pahlawan perempuan nasional lainnya adalah Nyi Ageng Serang. Beliau aktif dalam melakukan perlawanan di wilayah Serang. Selain itu, dirinya juga turut membantu Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah di kawasan tersebut.
6. Martha Christina Tiahahu
Martha Christina Tiahahu juga termasuk pahlawan perempuan nasional. Beliau telah ikut berjuang dalam medan pertempuran sejak masih remaja bersama ayahnya, Thomas Matulessy.
Beliau aktif dalam Perang Pattimura. Sayangnya, di tengah peperangan tersebut, kesehatannya mulai terganggu dan akhirnya meninggal dalam pertempuran di Laut Banda.
7. Dewi Sartika
Dewi Sartika adalah pahlawan perempuan nasional yang memelopori akses pendidikan terhadap rakyat perempuan di Indonesia. Selain itu, beliau adalah pendiri sekolah perempuan pertama semasa Hindia Belanda.
Pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika mendirikan Sekolah Isteri Wanita, lalu pindah ke daerah Jalan Ciguriang dan mengubah namanya menjadi Sekolah Kaoetaman Isteri. Di samping itu, sekolah tersebut juga tersebar di 9 wilayah Jawa Barat.
Demikian beberapa penjelasan mengenai pahlawan perempuan nasional. [ENF]
