8 Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
29 Februari 2024 23:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi persatuan dan kesatuan Indonesia (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi persatuan dan kesatuan Indonesia (Unsplash)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Persatuan dan kesatuan menjadi pondasi yang kuat dalam membangun negara Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Namun, di tengah keragaman budaya, agama, dan suku bangsa, seringkali muncul berbagai faktor yang menghambat proses terbentuknya persatuan dan kesatuan.

Pengertian Persatuan dan Kesatuan

ilustrasi persatuan dan kesatuan Indonesia (Unsplash)
Mengutip situs lemhanas.go.id, persatuan atau kesatuan bermula dari istilah "satu" yang menunjukkan keutuhan atau ketidakterpecahan.
Persatuan atau kesatuan memiliki makna "bergabungnya berbagai macam variasi atau perbedaan menjadi kesatuan yang lengkap dan selaras."

Berbagai Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam menciptakan persatuan dan kesatuan di Indonesia:

1. Politik Identitas

Perbedaan ideologi politik sering memicu konflik dan perpecahan dalam masyarakat.
Ketika individu atau kelompok memiliki pandangan politik yang berbeda, hal ini dapat memicu perselisihan yang intens dan memperkuat polarisasi di antara anggota masyarakat.
ADVERTISEMENT

2. Sentimen Kesukuan

Rasa identitas suku yang kuat kadang mengaburkan kesadaran akan persatuan sebagai bangsa Indonesia.
Ketika individu lebih mengidentifikasi diri mereka dengan kelompok etnis atau suku tertentu daripada sebagai bagian dari bangsa Indonesia, hal ini dapat menciptakan perpecahan dan ketegangan antar kelompok.

3. Konflik Agama

Ketegangan antar agama dapat merusak harmoni dan persatuan dalam masyarakat.
Ketika keyakinan agama menjadi sumber konflik, hal ini dapat memicu ketidakamanan, diskriminasi, dan bahkan kekerasan antar kelompok agama.

4. Ketimpangan Ekonomi

Kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara kelas sosial, dapat menciptakan ketidakpuasan dan ketegangan sosial.
Ketika sebagian masyarakat hidup dalam kemiskinan yang ekstrim sementara yang lain menikmati kemakmuran, hal ini dapat menciptakan ketidakadilan yang menyebabkan ketegangan sosial.

5. Sentimen Regionalisme

Sentimen bahwa kepentingan daerah lebih penting daripada kepentingan nasional dapat melemahkan integritas negara.
ADVERTISEMENT
Ketika kelompok-kelompok di berbagai wilayah merasa bahwa pemerintah pusat tidak memperhatikan kebutuhan dan aspirasi lokal mereka, hal ini dapat memperkuat sentimen regionalisme dan semangat otonomi daerah yang berlebihan.

6. Isu Separatisme

Gerakan separatisme di beberapa daerah dapat mengancam kesatuan dan kedaulatan negara.
Ketika kelompok-kelompok di suatu wilayah menginginkan pemisahan diri dari negara induk mereka, hal ini dapat menyebabkan konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, dan kerugian ekonomi.

7. Kesenjangan Pendidikan

Akses pendidikan yang tidak merata dapat menghasilkan ketimpangan pengetahuan dan kesempatan, serta menguatkan kesenjangan sosial.

8. Kesenjangan Infrastruktur

Infrastruktur yang tidak merata antar wilayah dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Dengan memahami dan mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut, pemerintah dan masyarakat Indonesia perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
ADVERTISEMENT
Hanya dengan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan, serta komitmen untuk mengatasi perbedaan dan ketimpangan, Indonesia dapat terus maju sebagai negara yang kuat, stabil, dan bersatu dalam keberagaman. (AZ)