8 Faktor Penyebab Kekerasan Perempuan dan Cara Mencegahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor penyebab kekerasan merupakan salah satu informasi penting untuk diketahui. Pengetahuan tentang penyebab kekerasan diperlukan untuk mengenali serta mencegah terjadinya pengalaman kekerasan itu sendiri.
Sebetulnya, ada banyak jenis dan bentuk kekerasan yang memungkinkan terjadi di lingkungan sosial. Namun, kekerasan terhadap perempuan adalah salah satu kasus yang banyak terjadi di Indonesia. Mengutip dari laman komnasperempuan.go.id (2022),
Komnas Perempuan pada Januari s.d. November 2022 telah menerima 3.014 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.
Demikian, pemahaman mengenai faktor penyebab kekerasan terhadap perempuan adalah informasi yang penting. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab kekerasan terhadap perempuan?
8 Faktor Penyebab Kekerasan Perempuan
Bila merujuk pada kajian ilmu sosial, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Contohnya, Teori Kekerasan – Teori Faktor Individual yang menjelaskan bahwa perilaku kekerasan berawal dari perilaku individu.
Faktor individu tersebut juga merupakan salah satu penyebab dari adanya kekerasan terhadap perempuan. Contohnya kekerasan terhadap perempuan akibat dari emosional pasangan dan sebagainya.
Anieq, dkk. dalam buku yang berjudul Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana menguraikan secara lebih rinci mengenai faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan.
Berikut adalah 8 faktor penyebab kekerasan terhadap perempuan menurut Anieq, dkk. (2021: 68), antara lain:
Masalah ekonomi keluarga.
Pasangan mempunyai selingkuhan/cemburu pada pasangan.
Masalah seksualitas.
Pengaruh kebiasaan minum alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang.
Permasalahan dengan anak.
Belum bekerja, dipecat, atau menganggur.
Istri ingin berkarier atau memperoleh pendidikan yang tinggi.
Kehamilan di luar nikah (KTD) atau infertilitas.
Bila menyimak 8 faktor di atas, kita dapat memahami bahwa ada banyak pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Berdasarkan sektornya, pemicu kekerasan terhadap perempuan dapat meliputi:
Faktor Ekonomi;
Faktor Pendidikan;
Faktor Gaya Hidup (seksualitas, minum alkohol, dan sebagainya);
Faktor Eksistensi Diri; serta
Faktor Kematangan Emosional.
Berdasarkan hal tersebut, maka penting bagi seorang perempuan mengenali diri sendiri sebelum menjalin komitmen dengan pasangan. Pasalnya, mengenali dan menggali potensi diri adalah cara yang baik untuk mencegah terjerumusnya menjadi korban kekerasan.
Baca juga: Pertanyaan tentang Cyber Crime Umum Lengkap dengan Jawabannya
Cara untuk Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan
Sebenarnya, setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan, baik orang itu laki-laki maupun perempuan. Namun, kita sebagai perempuan perlu melakukan pencegahan ekstra untuk melindungi diri.
Beberapa cara untuk mencegah kekerasan yang dapat perempuan lakukan untuk melindungi diri sendiri, yaitu:
Perkaya wawasan mengenai tanda-tanda orang yang berpotensi melakukan tindak kekerasan.
Pahami informasi tentang lembaga bantuan dan aturan-aturan hukum yang menaungi perempuan korban kekerasan.
Menerapkan gaya hidup sehat yang bebas dari alkohol dan obat-obatan terlarang.
Bersikap selektif dalam memilih pasangan.
Diskusikan kekurangan dan kelebihan diri dengan pasangan sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Kenali potensi-potensi kondisi dan perilaku yang memungkinkan untuk terjadinya tindak kekerasan.
Tetap berusaha untuk memperoleh penghasilan sendiri setelah menikah.
Terus dekat dengan kegiatan keagamaan untuk menjaga rohani tetap tenang dan baik.
Sekian uraian tentang faktor penyebab kekerasan terhadap perempuan. Sudah sewajarnya kita mencoba untuk menjadi individu yang berkualitas dengan hidup tanpa kekerasan. (AA)
