8 Tujuan OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan Prinsipnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

OKI adalah satu-satunya organisasi Islam terbesar di dunia yang terdiri dari 57 negara anggota. Adapun salah satu tujuan OKI adalah membantu meningkatkan solidaritas antar umat Islam secara internasional.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Puri dan Yumitro (2022) dalam Sospol: Jurnal Sosial Politik, awal berdirinya OKI sendiri memiliki tujuan untuk mendorong terbentuuknya persatuan antar umat Islam.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tujuan OKI, baca artikel ini sampai selesai.
Tujuan OKI
Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI adalah suatu organisasi antarpemerintah yang terdiri atas negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Terbentuknya organisasi ini berawal dari kasus pembakaran di Masjid Al-Aqsa, Yerussalem, sehingga dilaksanakan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT.
KTT tersebut berlangsung di Rabat, Maroko selama 3 hari, mulai tanggal 22 sampai 25 September 1969. Perlu diketahui pula, bahwa OKI kini juga tergolong sebagai salah satu organisasi besar di dunia, karena terdiri dari 57 negara.
Adapun tujuan OKI adalah sebagai berikut:
Mendorong terciptanya rasa solidaritas antar umat Islam secara internasional.
Mendorong terciptanya perdamaian melalui kerja sama.
Menyelesaikan permasalahan maupun konflik yang melibatkan anggota-anggota OKI dan umat muslim.
Mendorong terbentuknya persatuan antar umat muslim.
Meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, budaya, politik, serta ilmu pengetahuan.
Melindungi tempat suci umat muslim.
Mendukung adanya keamanan dan perdamaian internasional.
Membantu perjuangan rakyat Palestina.
Prinsip-Prinsip OKI
Untuk mewujudkan berbagai tujuan di atas, OKI memiliki prinsip tertentu yang menjadi pegangan dasar dalam menjalankan organisasi. Adapun beberapa prinsip OKI di antaranya:
Setiap anggota OKI mempunyai hak, kewajiban, serta kedudukan yang setara.
Setiap anggota tidak ikut campur tangan terhadap kasus atau isu domestik pada negara anggota OKI.
Menghormati kedaulatan, integritas wilayah, serta kemerdekaan di setiap negara anggota OKI.
Tidak melakukan ancaman maupun menggunakan kekerasan terhadap persatuan nasional, integritas wilayah, hingga kemerdekaan politik atas negara anggota OKI.
Menggunakan cara damai dalam penyelesaian konflik, seperti melalui mediasi, negosiasi, rekonsiliasi, hingga arbitrase.
Demikian penjelasan mengenai tujuan OKI dan prinsip-prinsipnya yang perlu diketahui. [ENF]
