9 Contoh Sosiologi Perkotaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosiologi perkotaan bisa mengkaji keilmuan dalam Sosiologi dan mengkaji tentang beragam contoh sosiologi perkotaan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kota.
Agar semakin paham tentang contoh pada sosiologi perkotaan dan penjelasannya, silakan simak ulasan di bawah ini!
Definisi Sosiologi Perkotaan
Diani Ayu Pratiwi dalam buku berjudul Konsep Dasar IPS menjelaskan bahwa sosiologi perkotaan membahas masalah masyarakat di kota serta kehidupan masyarakat perkotaan di berbagai lapisan masyarakat, tingkat pendidikan, kebudayan, dan taraf hidup yang berbeda-beda.
Permasalahan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat perkotaan menjadi kajian dalam sosiologi perkotaan. Pasalnya, di perkotaan mempunyai berbagai masalah yang lebih kompleks daripada permasalahan kehidupan masyarakat di pedesaan.
Adapun definisi dari sosiologi perkotaan adalah salah satu cabang ilmu Sosiologi yang kegiatannya mengamati pembentukan serta pertumbuhan kota.
Bukan hanya itu, sosiologi perkotaan juga mengamati kehidupan penduduknya dengan berbagai pengaruh di dalamnya, mulai dari pengaruh unsur budaya, sosial, hingga politik.
Contoh Sosiologi Perkotaan
Inilah contoh sosiologi perkotaan, yaitu:
Semakin tinggi tingkat kemiskinan yang terjadi di suatu kota karena kurangnya sistem penataan tata kota yang dilakukan pemerintah setempat.
Kurang atau tidak meratanya penduduk di suatu kota bisa memunculkan ketimpangan dalam hal pembangunan di beberapa kota. Hal ini akan memunculkan rasa ketidakadilan bagi masyarakat.
Munculnya banyak permukiman kumuh dan akan berdampak pada kurang atau hancurnya tatanan kota. Hal ini bisa membuat kota tampak amburadul dan kotor.
Semakin banyak pengemis serta gelandangan akibat kurangnya perhatian yang diberikan pemerintah kepada penduduk yang ada di kota tersebut.
Tingkat pendidikan yang rendah akibat kurangnya pemerintah dalam memberi bantuan pendidikan untuk masyarakat yang tidak atau kurang mampu dalam segi perekonomian.
Banyaknya pengangguran karena kurangnya lapangan kerja dan lahan mendirikan usaha. Bisa juga, karena banyaknya lapangan kerja yang sudah terisi untuk suatu kelompok yang saling kenal (nepotisme).
Banyaknya kriminalitas yang muncul di perkotaan sebab banyak pengangguran dan pengeluaran yang mengharuskan mereka untuk melakukan kejahatan.
Banyak kasus aborsi yang ada di masyarakat perkotaan karena kurang kendali serta pengawasan orang tua dan pengaruh pergaulan remaja yang tidak baik.
Tingkat pendidikan formal yang ada di masyarakat perkotaan lebih tinggi daripada masyarakat desa sebab fasilitas pendidikan di perkotaan lebih mendukung dan profesional.
Itulah penjelasan tentang contoh sosiologi perkotaan yang perlu diketahui. Semoga membantu. (Ek)
