9 Pertanyaan tentang Kabinet Djuanda dan Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabinet Djuanda merupakan salah satu kabinet yang pernah menjabat di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Rini Setiyowati, dkk. dalam buku berjudul Pendidikan Kewarganegaraan menjelaskan bahwa Kabinet Djuanda menjalankan tugas mulai 9 April 1957 sampai 10 Juli 1959.
Berikut sejumlah pertanyaan tentang Kabinet Djuanda beserta jawabannya untuk menambah pengetahuan.
Pertanyaan Tentang Kabinet Djuanda
Berikut adalah pertanyaan tentang Kabinet Djuanda beserta dengan jawabannya.
1. Jelaskan tentang Kabinet Djuanda!
Kabinet Djuanda adalah kabinet ketujuh yang pernah memimpin Indonesia semasa demokrasi liberal yang menjalankan program kerjanya dari September 1957 sampai Juli 1959.
2. Siapakah pemimpin Kabinet Djuanda?
Kabinet Djuanda dipimpin oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja.
3. Siapa wakil Kabinet Djuanda?
Wakil dalam Kabinet Djuanda adalah Mr. Hardi, Idham Chalid, serta dr. Leimena.
4. Mengapa Kabinet Djuanda disebut Zaken Kabinet?
Karena Kabinet Djuanda merupakan kabinet yang jajarannya tidak diisi oleh partai politik khusus, melainkan diisi oleh para tokoh yang ahli dalam bidangnya.
5. Apa latar belakang pembentukan Kabinet Djuanda?
Pada 28 Oktober 1956, Presiden Soekarno berencana untuk membubarkan seluruh partai politik di tanah air. Pasalnya kala itu, Indonesia tengah berada di kondisi polarisasi yang dilakukan partai-partai politik dalam pembagian Jawa-Luar Jawa.
Keputusan Soekarno membubarkan partai politik membuat militer gusar. Hingga pada bulan Desember 1956, militer di beberapa kawasan mengambil alih kekuasaan sipil, seperti di Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
Hal tersebut kemudian memicu pertentangan dari pihak PKI. Akibatnya, banyak anggota PKI yang ditangkap oleh militer. Peristiwa ini membuat Soekarno mengumumkan kondisi darurat perang di tanah air.
Usai pengumuman tersebut, Kabinet Ali Sastroamijoyo II pun mundur. Krmudian Kabinet Djuanda pun maju sebagai kabinet yang baru.
6. Apa program kerja Kabinet Djuanda?
Normalisasi kondisi politik.
Membentuk Dewan Nasional.
Mempergiat Pembangunan.
Melanjutkan pelaksanaan pembatalan KMB.
Perjuangan Irian Barat.
7. Mengapa Kabinet Djuanda berakhir?
Kabinet Djuanda berakhir akibat dari terbentuknya Demokrasi Terpimpin. Kala itu, Presiden Soekarno masih menjabat sebagai Perdana Menteri, sedangkan Djuanda menjadi menteri utamanya.
8. Siapakan Djuanda?
Djuanda merupakan sosok administrator yang ideal daripada negarawan yang lain. Djuanda dikenal sebagai sosok non-partai. Karena itu, ia tidak mengambil bagian dalam kepentingan partai politik manapun.
Djuanda sangat menghormati Soekarno dan kelompok militer, namun ia tidak mudah begitu saja tunduk kepada salah satu ataupun keduanya.
Djuanda juga ahli dalam menjalankan diplomasi dan bisa mempertahankan dukungan parlemen selama menjalankan program kerja kabinetnya.
9. Apa penyebab jatuhnya Kabinet Djuanda?
Banyaknya kepentingan antar golongan maupun partai politik dalam pemerintahan.
Kegagalan menghadapi pergolakan di daerah-daerah.
Banyak peristiwa politik yang akhirnya menghambat kepentingan masing-masing kelompok dalam tubuh konstituen.
Krisis ekonomi sampai keuangan yang semakin memburuk, sehingga program kerja kabinet sulit dijalankan.
Itulah sejumlah pertanyaan tentang Kabinet Djuanda beserta jawabannya. Semoga bermanfaat! (Ek)
