Agama Suku Baduy yang Unik dan Jarang Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama suku Baduy menjadi informasi yang banyak dipertanyakan.
Dikutip dari buku Teknik Penelitian Intervensi pada Masyarakat Baduy Luar oleh Minsarnawati, suku Baduy merupakan salah satu etnis di Indonesia yang berada di Banten. Suku ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam.
Kehidupan suku Baduy menjadi hal yang menarik untuk dibahas, termasuk mengenai agama yang dianut masyarakat suku ini.
Mengintip Agama Suku Baduy
Ternyata, suku Baduy yang menetap di Kabupaten Lebak Banten memluk agama Sunda Wiwitan, yakni sebuah kepercayaan nenek moyang yang tetap terjaga di berbagai pelosok Sunda, termasuk Baduy Dalam.
Sunda Wiwitan merupakan sebuah kepercayaan dengan memberi pemujaan pada dinamisme dan animisme. Wiiwtan memiliki arti awalan. Agama satu ini dipercaya sebagai agama Sunda pada masa lalu.
Meski demikian, kepercayaan ini juga dilengkapi dengan konsep monoteisme, yakni meyakini terdapat kekuasaan paling tinggi yaitu Sang Hyang Kersa yang sama dengan Tuhan Yang Maha Esa. Terdapat tiga jenis alam yang dipercaya dalam Sunda Wiwitan, antara lain:
Buana Larang: terletak paling bawah, yakni neraka
Buana Panca Tengah: lokasi berdiamnya makhluk yang terletak di tengah
Buana Nyungcung: tempat paling atas sebagai tempat bersemayamnya Sang Hyang Kersa
Prinsip filosofis yang melandari ajaran Sunda Wiwitan yakni cara Ciri Manusia serta Cara Ciri Bangsa. Cara Ciri manusia memiliki lima unsur dasar seperti tatanan keluarga, cinta kasih, budaya, sifat dasar, dan tatanan perilaku.
Sedangkan, pada prinsip Cara Ciri Bangsa, manusia dibedakan berdasarkan adat, aksara, budaya, bahasa, dan rupa.
Dalam ajaran Sunda Wiwitan, terdapat konsep saling menghormati antara manusia dan alam. Terdapat tradisi yang dilakukan guna menggambarkan rasa syukur akan hasil pertanian yang melimpah. Selain itu, tradisi juga dilakukan sebagai pesan supaya air digunakan bijak.
Untuk mendekatkan manusia dengan pencipta, terdapat praktik ibadah yang disebut Rasa. Ibadah Sunda Wiwitan ini dilakukan pada dua waktu, yakni ketika subuh pada 05.00 WIB, dan waktu kedua yakni pada pukul 18.00 WIB.
Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai agama suku Baduy.(LAU)
