Konten dari Pengguna

Alasan Konsep Sinkronik Sering Digunakan dalam Ilmu-ilmu Sosial

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konsep sinkronik lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial karena. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsep sinkronik lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial karena. Foto: Pixabay

Konsep sinkronik lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial karena dianggap lebih dapat menggambarkan suatu peristiwa dalam suatu waktu dengan lebih dalam.

Artikel berikut akan membahas lebih lanjut tentang alasan konsep sinkronik mengapa lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial.

Alasan Konsep Sinkronik Sering Digunakan dalam Ilmu-ilmu Sosial

Ilustrasi konsep sinkronik lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial karena. Foto: Pixabay

Berpikir sinkronis menyertakan cara berpikir ilmu-ilmu sosial, yaitu melebar dalam ruang serta mementingkan struktur dalam satu peristiwa.

Sinkronik ini memiliki arti meluas di dalam ruang namun juga memiliki batasan di dalam waktu. Metode sinkronik ini lebih menekankan kepada struktur, yang maksudnya meluas dalam ruang.

Biasanya metode sinkronik ini selalu digunakan dalam ilmu-ilmu sosial. Kata Sinkronik ini sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata syn yang berarti adalah dengan, serta chronos yang berarti waktu.

Konsep sinkronik ini dapat menganalisa sesuatu hal di saat tertentu, jadi tidak berusaha untuk bisa menarik kesimpulan mengenai suatu perkembangan kejadian atau peristiwa yang berpengaruh di kondisi saat ini, tapi hanya untuk menganalisa suatu kondisi saat itu.

Dengan berdasarkan penjelasan diatas, bisa dikatakan bahwa pengertian sinkronik adalah sebagai segala sesuatu yang berkaitan atau bersangkutan dengan peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu masa.

Di dalam ilmu sejarah, pengertian sinkronik ini adalah mempelajari peristiwa sejarah dengan seluruh aspek yang terkait di masa atau juga waktu tertentu itu dengan lebih mendalam.

Bila kita menggunakan metode sinkronik, maka kita tidak dapat memperhatikan perkembangan sejarah atau juga perkembangan peristiwa tersebut.

Sejarah tidak semata mata bertujuan untuk menceritakan urutan kejadian, tetapi bermaksud menerangkan kejadian itu dengan mengkaji sebabnya, kondisi lingkungannya, kondisi sosial budaya secara lebih mendalam.

Konsep berpikir sinkronik ada tiga, yakni mengamati kehidupan sosial dengan cara meluas tetapi berdimensi ruang, melihat kehidupan masyarakat sebagai suatu sistem yang terstruktur atau terorganisir yang saling berkaitan antara satu unit dengan unit yang lainnya, dan menjelaskan kehidupan masyarakat secara deskriptif.

Maka dari itu, tidak mengherankan kalau konsep sinkronik lebih sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial karena dirasa bisa memberi informasi secara lebih mendalam. (SP)