Alasan Pemuda Mengizinkan Sukarno dan Hatta Dibawa Kembali ke Jakarta

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
20 Mei 2024 22:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mengapa para pemuda mengizinkan sukarno dan hatta dibawa kembali ke jakarta dari rengasdengklok. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa para pemuda mengizinkan sukarno dan hatta dibawa kembali ke jakarta dari rengasdengklok. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Alasan mengapa para pemuda mengizinkan Sukarno dan Hatta dibawa kembali ke Jakarta dari Rengasdengklok, yaitu karena adanya peran penting dari Ahmad Subardjo.
ADVERTISEMENT
Ahmad Subardjo adalah orang yang membujuk para pemuda untuk melepaskan kedua tokoh tersebut. Berikut adalah penjelasannya.

Mengapa Para Pemuda Mengizinkan Sukarno dan Hatta Dibawa Kembali ke Jakarta dari Rengasdengklok?

Ilustrasi mengapa para pemuda mengizinkan sukarno dan hatta dibawa kembali ke jakarta dari rengasdengklok. Foto: Pixabay
Peristiwa Rengasdengklok merupakan kejadian penting yang mendorong percepatan proklamasi kemerdekaan Indonesia, seperti yang ditulis Sardiman dalam buku Sejarah 3.
Kejadian ini juga menunjukkan konflik dan perbedaan pendapat antarkelompok, terutama golongan tua dan golongan muda, dalam menentukan waktu proklamasi.
Sukarno dan Hatta sebagai golongan tua menolak keinginan para golongan muda yang dipimpin oleh Sutan Syahrir untuk melaksanakan proklamasi dengan kekuatan sendiri dan bukannya atas bantuan PPKI.
Pada 15 Agustus 1945, pemuda mengadakan pertemuan di sebuah ruangan belakang Laboratorium Biologi Pegangsaan Timur 17 yang dipimpin oleh Chairul Saleh.
ADVERTISEMENT
Hasil putusan Perundingan Pegangsaan disampaikan pada Sukarno, namun ternyata Sukarno tetap pada keputusannya dengan beranggapan Jepang masih berkuasa secara de facto.
Rencana untuk mengamankan Sukarno dan Hatta akhirnya tercetus dalam pertemuan di Jl. Cikini 71 Jakarta. Shidanco Singgih ditunjuk untuk memimpin penculikan tersebut.
Hingga pada 16 Agustus 1945, Sukarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, tepatnya di rumah Jiaw Kie Song, karena dianggap sebagai daerah aman.
Di hari yang sama, seharusnya Sukarno dan Hatta hadir dalam rapat PPKI. Ahmad Subardjo segera mencari kedua tokoh tersebut dan akhirnya terjadilah kesepakatan dengan Yusuf Kunto dan Wekana.
Ahmad Subardjo akhirnya diantar ke Rengasdengklok. Dia juga yang bicara dengan para pemuda dan menjamin bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, Sukarno dan Hatta dilepaskan oleh Shodanco Subeno dan kembali ke Jakarta untuk selanjutnya pergi ke rumah Laksamana Maeda.
Di rumah Maeda juga perumusan teks Proklamasi dirumuskan antara para anggota PPKI, para pemimpin pemuda, para pemimpin pergerakan, dan beberapa anggota Chuo Sangi In yang ada di Jakarta.
Demikian adalah pembahasan tentang mengapa para pemuda mengizinkan Sukarno dan Hatta dibawa kembali ke Jakarta dari Rengasdengklok yang menarik disimak. (SP)