Konten dari Pengguna

Alasan Peninggalan Sejarah Islam Masih Memasukkan Unsur Hindu dan Lokal

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal. Sumber: M. Noor TM/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal. Sumber: M. Noor TM/pexels.com

Pada masa awal perkembangan Islam di Indonesia, ada banyak peninggalan bersejarah yang mempunyai unsur budaya Hindu serta lokal. Banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal membuktikan bahwa proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan damai.

Idris dan Chairunisa dalam Akulturasi Budaya Hindu-Budha Dan Islam Dalam Sejarah Kebudayaan Palembang menyebutkan bahwa untuk menarik perhatian masyarakat, proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan mengakulturasi budaya.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai alasan peninggalan sejarah Islam masih memasukkan unsur Hindu dan lokal, simak penjelasannya dalam bacaan berikut.

Alasan Peninggalan Sejarah Islam Mengandung Unsur Hindu dan Lokal

Ilustrasi banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal. Sumber: AL FARIZ/pexels.com

Kerajaan Islam di Indonesia meninggalkan banyak situs bersejarah. Menariknya, situs-situs tersebut banyak yang mengandung unsur kebudayaan Hindu serta lokal. Banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal membuktikan bahwa proses dakwah berlangsung secara damai.

Di samping itu, Islam juga tergolong sebagai agama yang cepat berkembang di Indonesia meskipun bukan menjadi agama pertama yang masuk. Bahkan, kini mayoritas masyarakat Indonesia adalah pemeluk agama Islam.

Agama Islam masuk ke Indonesia usai agama Hindu dan Buddha berkembang terlebih dulu. Penyebaran agama Islam juga tidak menggunakan kekerasan dan dilakukan dengan cara damai.

Mayoritas pendakwah memanfaatkan budaya lokal untuk menyebarkan agama Islam. Dengan begini, agama Islam akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Penyebaran agama Islam ini dapat melalui kesenian tradisional maupun cara lainnya.

Peninggalan Sejarah Islam yang Mengandung Unsur Budaya Hindu dan Lokal

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, ada banyak peninggalan sejarah Islam yang mengandung unsur budaya Hindu serta lokal, antara lain:

  • Atap dan menara masjid mempunyai bentuk tumpang. Hal ini tampak pada Masjid Agung Demak serta Masjid Agung Banten.

  • Membangun makam menyerupai bangunan dengan memasang kijing. Kini, makam Islam dibatasi dengan batu bata atau papan yang diberikan ukiran kaligrafi atau nisan.

  • Wayang, tembang, dan sastra dilakukan untuk menyebarkan agama Islam. Hal ini dilakukan oleh Sunan Bonang agar ajaran Islam mudah diterima masyarakat.

  • Sistem penanggalan Islam sebagai bentuk akulturasi ajaran Hindu.

Demikian informasi mengenai banyaknya peninggalan sejarah Islam yang masih memasukkan unsur Hindu dan lokal. [ENF]