Konten dari Pengguna

Anakronisme: Pengertian dan Contoh-Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anakronisme. Sumber: Sumit Mathur/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anakronisme. Sumber: Sumit Mathur/pexels.com

Anakronisme adalah suatu peristiwa, tokoh, latar, atau aspek tertentu yang tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga peristiwa menjadi tampak tidak masuk akal.

Hal ini juga disampaikan oleh Imroatun dan Ilzamudin dalam tulisannya bertajuk Sejarah Peristilahan Tarbiyah Dan Taklim Dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam, bahwa anakronisme adalah penermpatan objek yang tidak sesuai dalam suatu karya atau sejarah.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu anakronisme, baca artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Anakronisme?

Ilustrasi anakronisme. Sumber: Aline Viana Prado/pexels.com

Saat berbicara tentang sejarah, kerap kali dijumpai catatan peristiwa yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Istilah tersebut disebut dengan anakronisme.

Jadi, anakronisme adalah suatu ketidaksesuaian penempatan objek, latar, tokoh, maupun aspek lain dalam peristiwa tertentu. Akibatnya, suatu peristiwa menjadi tidak masuk akan dan tidak utuh.

Selain itu, peristiwa atau sejarah tersebut juga bisa memberikan fakta yang salah. Maka dari itu, dalam menulis sejarah, setiap individu perlu meneliti lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan penempatan objek.

Di sisi lain, anakronisme justru bisa dimanfaatkan sebagai hal positif dalam karya sastra fantasi maupun film.

Contoh-Contoh Anakronisme

Anakronisme adalah suatu bentuk ketidaksesuaian objek dengan kenyataan yang ada. Anakronisme ini bisa dibuat secara sengaja maupun tidak sengaja.

Banyak penulis yang sengaja menggunakan anakronisme dalam karya-karyanya. Adapun beberapa contoh anakronisme adalah.

1. Julius Caesar Karya Shakespeare

Salah satu contoh anakronisme adalah Julius Caesar, karya Shakespeare. Shakespeare sendiri dikenal sebagai penulis drama ulung yang kerap menggunakan anakronisme.

Dalam drama tersebut, diceritakan bahwa jam berdentang tiga kali. Akan tetapi, pada faktanya, tidak terdapat jam mekanis di zaman Caesar. Maka dari itu, hal itu termasuk salah satu bentuk anakronisme.

2. Novel Mark Twain

Contoh anakronisme berikutnya adalah novel karya Mark Twain yang bertajuk A Connecticut Yankee in King Arthur's Court. Pada novel tersebut, tokoh protagonisnya adalah seorang insinyur abad ke-19 yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu, tepatnya di abad ke-6.

Insinyur tersebut memperkenalkan ide modern serta teknologi di era Arthurian. Anakronisme dalam novel tersebut adalah bentuk kesengajaan untuk membentuk sindiran dan humor.

3. Novel Karya George Orwell

Contoh anakronisme yang terakhir adalah novel karya George Orwell yang bertajuk 1984. Novel tersebut ditulis pada 1949 dan termasuk novel distopia dengan latar belakang masa depan.

Novel tersebut meramalkan kemajuan teknologi pada 1984 yang sebetulnya belum ditemukan pada saat proses penulisan. Jadi, bisa dibilang jika novel ini menggunakan anakronisme spekulatif.

Demikian penjelasan mengenai apa itu anakronisme dan contoh-contohnya. [ENF]