Konten dari Pengguna

Anggota Gerakan Non-Blok, Tujuan, serta Peran Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anggota gerakan non-blok. Sumber: Luis Quintero/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anggota gerakan non-blok. Sumber: Luis Quintero/pexels.com

Gerakan Non-Blok atau GNB adalah organisasi internasional yang tidak beraliansi dalam kelompok besar apa saja. Adapun jumlah anggota Gerakan Non-Blok terdiri atas lebih dari 100 anggota.

Akbar dan Subagyo dalam Realisme Dalam Kepentingan Nasional Indonesia Melalui Forum Konferensi Asia Afrika (KAA) Dan Gerakan Non Blok (GNB) menyebutkan bahwa Gerakan Non-Blok adalah suatu organisasi yang muncul untuk menanggapi peristiwa Perang Dingin.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai jumlah anggota Gerakan Non-Blok, simak selengkapnya di artikel berikut.

Tujuan Gerakan Non-Blok

Ilustrasi anggota gerakan non-blok. Sumber: Luis Quintero/pexels.com

Gerakan Non-Blok atau disebut juga sebagai Non-Aligned Movement adalah organisasi internasional yang dibentuk di tengah berlangsungnya Perang Dingin. GNB ini muncul sebagai bentuk himpunan negara-negara yang baru merdeka dan tidak memihak setiap blok dalam Perang Dingin.

Sebelum pendirian Gerakan Non-Blok, sejumlah pemimpin negara berkembang pun mengadakan pertemuan sebanyak empat kali guna membahas mengenai prinsip dasar gerakan.

Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan Dasa Sila bandung di Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Berikutnya, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I yang berada di Yugoslavia pada 1-6 September 1961, Gerakan Non-Blok pun resmi berdiri.

Pendirian Gerakan Non-Blok tersebut mempunyai sejumlah tujuan. Adapun beberapa tujuan Gerakan Non-Blok di antaranya:

  • Untuk mengukur kerja sama para anggota dan membangun hubungan dengan dunia luar.

  • Meningkatkan taraf hidup masyarakat di negara-negara anggota pada berbagai aspek kehidupan.

  • Meredakan ketegangan dunia akibat Perang Dingin.

  • Mendukung tercapainya hak menentukan nasib sendiri, kedaulatan, kemerdekaan nasional, serta integritas nasional pada negara-negara anggota.

  • Tidak memihak kepada pakta militer multilateral.

  • Menentang adanya politik apartheid.

  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri pada negara lain.

  • Berjuang menentang berbagai bentuk imperialisme, neokolonialisme, kolonialisme, rasisme, pelucutan senjata, maupun dominasi negara asing.

Anggota Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok ini cenderung terbuka terhadap masuknya negara lain sebagai anggota baru. Keanggotaan Gerakan Non-Blok pun dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni anggota penuh, pengamat, serta member.

Anggota Gerakan Non-Blok yang turut mendirikan organisasi ini adalah Indonesia, Republik Persatuan Arab-Mesir, India, Yugoslavia, serta Ghana. Setelah itu, organisasi ini berhasil mengundang 29 negara dalam pelaksanaan KAA Bandung, hingga akhirnya jumlah anggota Gerakan Non-Blok lebihd ari 100 negara.

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Indonesia adalah negara yang turut mendirikan Gerakan Non-Blok dan mempunyai banyak peran. Adapun sejumlah peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok adalah.

  • Negara pengundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok yang pertama kali.

  • Menjadi ketua sekaligus penyelenggara KTT Gerakan Non-Blok ke-10 di Jakarta dan Bogor pada 1-7 September 1992.

  • Membuka dialog untuk memperkuat hubungan negara berkembang serta negara maju.

Demikian sederet informasi berkaitan dengan anggota Gerakan Non-Blok. [ENF]