Animisme: Sistem Kepercayaan yang Dianut Manusia Purba

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut KBBI, animisme adalah kepercayaan kepada roh yang mendiami sebuah benda, seperti pohon, batu, sungai, gunung, dan lain sebagainya.
Animisme mulai berkembang pada masa manusia purba. Simak pembahasan lebih lanjut mengenai animisme melalui artikel di bawah ini.
Mengenal Animisme
Dirangkum dari buku Religi Suku Murba di Indonesia karya Harun Hadiwijono, E. B. Taylor merupakan orang pertama yang mengungkap teori animisme melalui bukunya yang berjudul Primitive Culture.
Kata animisme berasal dari bahasa Latin, yaitu animus yang berarti jiwa. Menurut Taylor, animisme adalah suatu kepercayaan mengenai adanya roh dan makhluk halus yang mendiami seluruh alam semesta.
Teori animisme merupakan sebuah usaha untuk menemukan asal mula dan perkembangan religi dalam kebudayaan manusia. Kesadaran manusia akan adanya jiwa dan roh inilah yang dianggap sebagai asal mula religi.
Terdapat dua keyakinan pokok dalam teori animisme, yaitu:
Keyakinan adanya jiwa pada setiap makhluk hidup yang dapat terus berada, sekalipun makhluk itu sudah mati atau tubuhnya sudah binasa.
Keyakinan adanya banyak roh yang memiliki pangkat, dari yang rendah hingga tinggi, dengan para dewa sebagai puncaknya. Animisme juga dianggap sebagai agama yang paling tua dan elementer.
Animisme percaya bahwa setiap benda memiliki jiwa yang perlu dihormati agar jiwa tersebut tidak mengganggu manusia sekaligus berharap agar jiwa tersebut dapat membantu melindungi manusia dari roh jahat.
Masyarakat zaman prasejarah juga percaya bahwa terjadinya suatu fenomena alam, seperti bencana dan keajaiban disebabkan oleh roh nenek moyang.
Indonesia juga memiliki kepercayaan animisme, bahkan hingga saat ini. Masyarakat Jawa contohnya meyakini keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan Laut Jawa.
Contoh lain adalah pada masyarakat Dayak yang masih mempercayai keberadaan roh baik dan roh jahat. Tempu Tulon diyakini sebagai roh baik yang memandu roh orang yang sudah mati agar tidak tersesat menuju alam roh.
Namun bagi Durkheim, pengertian animisme yang diungkap Taylor sebelumnya dianggap bisa memicu permasalahan. Ia lebih berpegang pada teori Totemisme yang tidak mengenal konsep roh.
Demikian adalah pembahasan mengenai animisme yang merupakan sistem kepercayaan yang dianut manusia purba. (SP)
