Konten dari Pengguna

Apa Agenda Sidang Pertama BPUPKI? Ini Jawabannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa agenda sidang pertama BPUPKI. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa agenda sidang pertama BPUPKI. Foto: Pexels

Apa agenda sidang pertama BPUPKI terdiri dari pembukaan sidang, pidato dan usulan dasar negara, diskusi dan perdebatan, pembentukan panitia kecil, hingga penutupan sidang.

Ingin tahu lebih lanjut tentang apa agenda sidang pertama BPUPKI yang terjadi pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 tersebut? Simak pembahasannya melalui artikel berikut ini.

Apa Agenda Sidang Pertama BPUPKI?

Ilustrasi apa agenda sidang pertama BPUPKI. Foto: Pexels

Sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diadakan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 seperti yang ditulis Hairul Amren dalam buku Pancasila.

Rapat dibuka pada 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Rapat tersebut diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

Agenda utama dari sidang pertama ini adalah membahas dasar negara Indonesia yang akan merdeka. Berikut adalah rincian agenda sidang pertama BPUPKI:

1. Pembukaan Sidang

Sidang pertama BPUPKI dibuka secara resmi oleh ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pembukaan, Dr. Radjiman menyampaikan bahwa tugas utama BPUPKI adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara.

2. Pidato dan Usulan Dasar Negara

Dalam pidatonya tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin mengusulkan lima asas dasar negara yang terdiri dari Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Soepomo pada 31 Mei 1945, mengusulkan konsep negara integralistik dengan lima asas yang menekankan pada persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan sosial.

Lalu, Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai "Lahirnya Pancasila". Ia mengusulkan lima sila dasar negara yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

3. Diskusi dan Perdebatan

Setelah setiap pidato, anggota BPUPKI melakukan diskusi dan perdebatan mengenai usulan-usulan yang telah disampaikan. Diskusi ini bertujuan untuk mencari kesepakatan tentang prinsip-prinsip dasar yang akan menjadi fondasi negara Indonesia yang merdeka.

4. Pembentukan Panitia Kecil

Untuk menindaklanjuti hasil diskusi dan menyusun rumusan dasar negara, BPUPKI membentuk panitia kecil yang kemudian dikenal sebagai Panitia Sembilan. Panitia ini bertugas merumuskan kembali konsep dasar negara berdasarkan usulan dan masukan dari anggota BPUPKI.

5. Penutupan Sidang

Sidang pertama BPUPKI ditutup setelah beberapa hari diskusi intensif. Hasil dari sidang ini adalah pandangan awal mengenai dasar negara Indonesia yang akan terus dibahas dan disempurnakan dalam sidang-sidang berikutnya.

Sidang pertama BPUPKI merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pembentukan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.

Demikian adalah jawaban akan pertanyaan apa agenda sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. (SP)