Apa Itu Anakronisme? Inilah yang Harus Dihindari dalam Sejarah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu anakronisme? Istilah ini merupakan suatu peristiwa, tokoh, latar, atau aspek tertentu yang tidak sesuai kenyataan. Kronologi diperlukan dalam sejarah untuk menghindarkan anakronisme, yaitu anak ketidaktepatan urutan dalam peristiwa sejarah.
Berdasarkan buku Pengkajian Prosa Fiksi, Andri Wicaksono, (2017: 238-240) anakronisme mengarahpada pengertian ketidaksesuaian dengan urutan perkembangan waktu di dalam sebuah cerita.
Waktu yang dimaksud tersebut berlaku di dalam cerita, waktu cerita, dengan waktu yang menjadi acuannya berupa realitas dalam sejarah.
Apa Itu Anakronisme?
Apa itu anakronisme? Mengutip buku Pengkajian Prosa Fiksi, Andri Wicaksono, (2017: 238-240) terdapat ketidaksesuaian antara waktu cerita dengan waktu sejarah biasanya berupa penggunaan dua waktu yang berbeda pada masanya dalam satu waktu pada karya sastra.
Penyebab anakronisme berupa masuknya waktu lampau ke dalam sebuah cerita yang berlatar waktu kini, atau malah sebaliknya masuknya waktu kini ke dalam cerita yang berlatar waktu lampau.
Unsur waktu yang dimaksud pun dapat berupa situasi atau keadaan pada suatu tempat, budaya, benda-benda tertentu, nama, bahkan juga bahasa, yang hanya dimiliki oleh waktu tertentu, bukan dalam waktu yang lain.
Namun anakronisme ini dalam sejarah dapat berbahaya karena dapat mengubah kebenaran suatu peristiwa sejarah dan memunculkan kesalahpahaman. Penggunaan anakronisme juga dapat menyebabkan pergeseran sebab akibat dalam peristiwa sejarah.
Biasanya anakronisme ini terjadi pada karya sastra atau proses, di mana anakronisme bisa disengaja atau tidak disengaja.
Dampak Penggunaan Anakronisme dalam Sejarah
Apa itu anakronisme? Mengutip dari buku Pengkajian Prosa Fiksi, Andri Wicaksono, (2017: 238-240), dalam penggunaan anakronisme merupakan kesalahan yang harus dihindari dalam sejarah.
Bahkan terdapat beberapa dampak yang dapat mengacu apabila penggunaan anakronisme dimunculkan pada karya sastra, seperti mengacu pada dua waktu antara masa lampau atau masa kini yang ternyata tidak sesuai dalam kronologi sejarahnya.
Dalam pencegahan urutan peristiwa atau objek sejarah dalam kronologi, menghindari adanya anakronisme, harus diketahui kapan terjadinya suatu peristiwa sejarah tersebut.
Untuk menentukan suatu peristiwa sejarah yang terjadi dapat dilakukan dengan mempelajari sumber sejarah, baik dari sumber primer atau sekunder.
Kemudian apabila sudah diketahui sumber sejarah tersebut, maka peristiwa itu dapat diurutkan secara kronologis.
Dari yang disebutkan dampak di atas, setiap penulis alangkah baiknya dapat menulis apa yang sudah diketahui.
Tak hanya untuk menghindari apa itu anakronisme dan beberapa kesalahan yang tidak diperlukan, melainkan hal itu demi memudahkan si penulis itu sendiri. (Siska)
Baca juga: Pengulangan Menurut Konsep Waktu dalam Sejarah, Ini Penjelasannya
