Apa Itu Batuan Beku? Ini Jawaban dan Fungsinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu batuan beku? Pertanyaan ini sering muncul saat membahas asal-usul batuan di bumi. Meski terdengar teknis, jawabannya ternyata dekat dengan kehidupan sehari-hari dan banyak dimanfaatkan oleh manusia.
Tanpa disadari, batuan ini hadir di lingkungan sekitar—mulai dari bahan bangunan hingga benda keseharian. Fakta tersebut menjadikan pengertian dan fungsi jenis batuan bumi yang satu ini layak untuk disimak secara seksama.
Apa Itu Batuan Beku?
Bagi yang belum mengetahui apa itu batuan beku, Sidiq dan Niyartama dalam Modul Kuliah Lapangan Geologi (hlm. 11–12) menjelaskan bahwa batuan beku (igneous rock) adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma secara alami.
Pembekuan tersebut bisa terjadi di dua tempat berbeda. Pertama, di bawah permukaan bumi yang membentuk batuan beku dalam (intrusif), dan kedua, di atas permukaan bumi yang menghasilkan batuan beku luar (ekstrusif atau vulkanik).
Batuan beku dalam umumnya membeku secara perlahan, sehingga kristal-kristal mineral di dalamnya tumbuh besar dan mudah dikenali. Salah satu contoh batuan ini adalah granit, yang proses pembentukannya terjadi jauh di dalam kerak bumi.
Sementara itu, batuan beku luar membeku jauh lebih cepat, sehingga kristal yang terbentuk berukuran sangat kecil atau bahkan tidak terlihat. Proses ini menghasilkan tekstur batuan yang lebih halus, seperti pada basalt, andesit, dan obsidian.
Fungsi dan Manfaat Batuan Beku
Batuan alami ini memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari, bergantung pada sifat fisik dan komposisi mineralnya. Menurut laman m-edukasi.kemdikbud.go.id, berikut adalah beberapa jenis batuan beku yang umum dimanfaatkan:
1. Obsidian
Batuan ini kerap dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pisau, kepala panah, mata tombak, dan perhiasan tradisional karena sifatnya yang mudah pecah dengan ujung tajam.
2. Basal
Sebagai batuan ekstrusif yang padat dan keras, basal sering digunakan sebagai bahan dasar jalan dan campuran beton karena kemampuannya menahan tekanan dan cuaca ekstrem.
3. Andesit
Andesit banyak digunakan dalam konstruksi, terutama untuk bahan bangunan dan fondasi jalan. Batuan beku luar ini memiliki warna menarik dan ketahanan terhadap pelapukan.
4. Granit
Sebagai batuan beku dalam, granit umum dimanfaatkan untuk jembatan, ubin, monumen, dan paving karena kekuatannya tinggi serta tampilannya yang elegan dan tahan lama.
5. Batu Apung
Batu apung dikenal sangat ringan dan berpori. Karena teksturnya abrasif, batuan ini digunakan sebagai alat penggosok atau amplas dalam keperluan rumah tangga dan kecantikan.
6. Diorit
Diorit adalah batuan intrusif yang memiliki tampilan dekoratif dan ketahanan terhadap tekanan. Batuan ini banyak dimanfaatkan sebagai material ornamen dinding, lantai, dan fondasi.
Demikian ulasan seputar apa itu batuan beku, lengkap dengan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui detail lain, seperti jenis dan klasifikasinya, silakan simak sumber jurnal, buku, atau platform tepercaya. (Nida)
Baca Juga: Apa Saja Materi yang Dipelajari dalam Ilmu Sejarah? Ini Penjelasannya
