Konten dari Pengguna

Apa Itu Cultuurstelsel? Ini Tujuan, Tokoh, dan Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Cultuurstelsel. Sumber: Kovacs/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Cultuurstelsel. Sumber: Kovacs/Pexels.com

Apa itu cultuurstelsel? Cultuurstelsel merupakan kebijakan sistem tanam paksa yang ada pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang berada di bawah Gubernur Jenderal Johannes Van den Bosch (1830-1833).

Cultuurstelsel dijalankan dengan memaksa petani untuk memberikan tanah mereka. Agar semakin paham tentang tujuan, tokoh, dan dampaknya, simak penjelasan singkatnya dalam uraian di bawah ini!

Apa Itu Cultuurstelsel?

Ilustrasi: Cultuurstelsel. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com

Tim Super Tentor menjelaskan dalam buku berjudul Sukses SBMPTN Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Soshum 2017 menjelaskan ketentuan-ketentuan pokok sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel. Berikut penjelasannya:

  1. Tuntutan kepada setiap rakyat Indonesia supaya menyediakan tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak melebihi 20% atau seperlima tanahnya untuk ditanami jenis tanaman perdagangan.

  2. Pembebasan tanah yang disediakan untuk Cultuurstelsel dari pajak karena hasil tanamannya dianggap sebagai pembayaran pajak.

  3. Rakyat yang tidak mempunyai tanah pertanian bisa menggantinya dengan bekerja di perusahaan milik pemerintah Belanda atau di pabrik milik pemerintah Belanda selama 66 hari atau seperlima tahun.

  4. Waktu mengerjakan tanaman pada tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak boleh melebihi waktu tanam padi atau kurang lebih 3 bulan. Kelebihan hasil produksi pertanian dari ketentuan akan dikembalikan kepada rakyat.

  5. Kerusakan atau kerugian sebagai akibat karena gagal panen yang bukan sebab kesalahan petani, seperti bencana alam dan serangan hama, akan ditanggung oleh pemerintah Belanda.

  6. Penyerahan teknik pelaksanaan aturan tanam paksa kepada kepala desa.

Tujuan Cultuurstelsel

Adanya cultuurstelsel bertujuan utama mengatasi krisis keuangan serta mengisi keuangan kas negara pihak Belanda. Selain itu, juga untuk membayar utang Belanda akibat dari jumlah kas yang banyak berkurang sesudah terlibat dalam Perang Jawa tahun 1830.

Tokoh Cultuurstelsel

Ide tanam paksa dijalankan Johannes Van Den Bosch yang masa itu adalah Gubernur Jenderal di Tanah Jawa. Prinsip Gubernur Van Den Bosch adalah tanah jajahan harus mempunyai manfaat, salah satu caranya dengan menanam tanaman yang laku dijual di pasar dunia.

Prinsip inilah yang membuat Gubernur Van Den Bosch mengajukan ide cultuurstelsel ke Raja Belanda Willem. Meski awalnya ditentang, akhirnya ide ini di setujui oleh Raja Willem I.

Dampak cultuurstelsel

Inilah dampak cultuurstelsel, antara lain:

1. Dampak positif

  • Dampak positif bagi Indonesia adalah masyarakat semakin tahu dan paham teknik menanam jenis tanaman baru.

  • Dampak positif bagi Belanda adalah berhasil mendapatkan keuntungan berkali lipat.

2. Dampak negatif

  • Sawah serta ladang milik rakyat terbengkalai dan tidak ada panen yang bagus.

  • Beban hidup rakyat semakin berat sebab harus menyerahkan sebagian tanah dan hasil panen.

  • Mengalami berbagai tekanan mental dan fisik.

Itulah penjelasan tentang cultuurstelsel yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)