Konten dari Pengguna

Apa Itu Teori Anomie dalam Pendidikan Sosiologi? Ini Jawabannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori anomie dalam pendidikan sosiologi. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori anomie dalam pendidikan sosiologi. Sumber foto: Unsplash

Teori anomie dalam pendidikan sosiologi lebih menjelaskan tentang alasan mengapa seseorang melakukan penyimpangan. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Durkheim.

Emile Durkheim juga menggambarkan konsep anomie sebagai kondisi masyarakat yang mengalami keputusasaan dan ketiadaan norma dalam kehidupan. Lebih lengkap, simak di bawah ini.

Teori Anomie dalam Pendidikan Sosiologi

Ilustrasi teori anomie dalam pendidikan psikologi. Sumber foto: Unsplash

Teori anomie dalam istilah sosiologi menggambarkan kondisi kacau tanpa peraturan. Di mana hal ini lebih menekankan alasan mengapa seseorang melakukan penyimpangan sosial.

Emile Durkheim mendefinisikan anomie sebagai perasaan terasingkan dari lingkungan masyarakat yang dialami oleh seorang individu sehingga menyebabkan dampak negatif.

Anomie disebabkan oleh perubahan masyarakat yang terjadi secara cepat, ketidakhadiran norma sosial, serta tidak adanya pengawasan untuk mengendalikan perilaku menyimpang.

Menurut Emile Durkheim, teori anomie terdiri dari tiga perspektif, yakni:

  • Manusia adalah makhluk sosial.

  • Keberadaan manusia adalah sebagai makhluk sosial.

  • Manusia cenderung hidup dalam masyarakat dan keberadaannya bergantung pada hal itu.

Teori Anomie Menurut Para Ahli

Teori anomie sendiri akhirnya diadopsi oleh beberapa ahli di mana masing-masing memiliki pendapat dan penjelasannya tersendiri. Contohnya, Robert K. Merton yang menyebut anomie adalah kondisi sosial yang terjadi akibat ketidakharmonisan.

Sementara, dalam KBBI, anomie adalah perilaku apatis atau tanpa tujuan. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa anomie merupakan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

Karakteristik Anomie

Teori anomie memiliki beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas tersendiri, di antaranya:

  • Terdapat ketidakpastian normatif sehingga menyebabkan kebingungan terhadap norma yang perlu diikuti dalam masyarakat.

  • Meningkatnya gangguan sosial yang menyebabkan konflik, seperti kerusuhan, kejahatan, dan perilaku antisosial lain, yang berdampak buruk bagi kehidupan.

  • Tidak adanya panduan dalam hidup sehingga menyebabkan dunia berantakan tanpa aturan.

  • Setiap tindakan dilakukan secara konvensional, tetapi melupakan tujuan awal. Hal ini menjadi bukti bahwa makna dari kebiasaan telah hilang.

  • Muncul pemberontakan yang dipimpin oleh seorang individu atau kelompok.

Itulah dia penjelasan mengenai teori anomie beserta pendapat para ahli dan karakteristiknya. Semoga membantu!