Konten dari Pengguna

Apa Saja Propaganda Jepang di Indonesia? Cek di Sini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Propaganda Jepang di Indonesia. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Propaganda Jepang di Indonesia. Sumber: Pixabay

Propaganda Jepang di Indonesia menjadi salah satu pembahasan menarik untuk dibahas.

Dikutip dari buku Memahami Propaganda oleh Alip Yog, propaganda merupakan satu usaha mengubah yang orang bayangkan dan menggantikannya ke pola perilaku sosial terhadap orang lain.

Pada masa penjajahan Jepang, terdapat propaganda yang dilakukan pihak penjajah. Apa saja?

Apa Saja Propaganda Jepang di Indonesia?

Ilustrasi Propaganda Jepang di Indonesia. Sumber: Pexels

Berikut ini berbagai propaganda Jepang di Indonesia yang dilakukan untuk mendapatkan simpati serta dukungan rakyat pribumi:

1. Propaganda Saudara Tua

Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Bandung. Sejak saat itu, Indonesia mulai diduduki Jepang. Agar diterima, Jepang harus meraih simpati dari pribumi.

Dari keinginan tersebut, Jepang melakukan berbagai propaganda, salah satunya mereka mengaku sebagai saudara Indonesia.

Sebagai saudara, Jepang akan membebaskan Indonesia dari jajahan Belanda serta siap memperbaiki nasib masyarakat Indonesia. Propaganda tersebut terus dilakukan dengan tujuan menggerakkan dukungan masyarakat Indonesia

Tak hanya itu, mereka juga melakukan berbagai propaganda sebagai berikut:

  • Lagu "Indonesia Raya" diputar Radio Tokyo selain "Kimigayo", lagu kebangsaan Jepang.

  • Bendera merah putih diizinkan untuk dikibarkan berdampingan dengan Hinomaru, bendera Jepang.

  • Diberitakan berbagai barang buatan Jepang mempunyai harga murah supaya masyarakat Indonesia mau membelinya.

2. Gerakan Tiga A

Gerakan Tiga A dipelopori oleh Hitoshi Shimizu, Kepala Departemen Propaganda (Sendenbu), pada 29 April 1942. Shimizu menunjuk Mr Syamsudin yang merupakan tokoh pergerakan nasional untuk menjadi ketua Gerakan Tiga A.

Demi mendapatkan simpati masyarakat Indonesia, Jepang menyebarluaskan semboyan tiga A yang berisi Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon Cahaya Asia.

Gerakan Tiga A juga melakukan berbagai kegiatan yang meliputi bidang pendidikan. Salah satu kegiatan tersebut adalah pembentukan Sasan A aeinen Kunrensyo atau Pendidikan Termuda Tiga di Jatinegara.

Lembaga pendidikan tersebut menerima semua pemuda yang berusia antara 14 sampai 18 tahun. Peserta pendidikan harus bangun di pagi hari yang diikuti olahraga, memasak, menyapu, dan berkebun.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai propaganda Jepang di Indonesia.(LAU)