Apa Saja Tugas AFNEI di Indonesia? Ini Sejarah Berdirinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AFNEI atau Allied Forces Netherlands East Indies adalah pasukan Belanda yang mendatangi Indonesia pasca kemerdekaan. Lantas, apa saja tugas AFNEI di Indonesia?
Rifki dalam Perjuangan bersenjata di Jawa tahun 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan ditinjau dari gerak sejarah siklus menyebutkan bahwa kedatangan pasukan AFNEI menimbulkan berbagai pertempuran.
Untuk mengetahui apa saja tugas AFNEI di Indonesia, mari baca artikel ini sampai tuntas.
Sejarah Berdirinya AFNEI
AFNEI adalah pasukan sekutu yang ditugaskan untuk pergi ke Indonesia setelah Perang Dunia II berakhir.
Sejarah berdirinya AFNEI sendiri berawal dari aksi terjun payung yang dilakukan oleh Mayor Greenhalgh di lapangan udara Kemayoran, pada 14 September 1945.
Mayor Greenhalgh tersebut memiliki tugas untuk membuat markas besar pasukan sekutu di wilayah Jakarta. Setelah kedatangannya itu, tibalah kapal Cumberland di Tanjung Priok pada 29 September 1945.
Pasukan tersebut dipimpin oleh Penjelajah V Inggris, yaitu Panglima Skuadron dan komando SEAC untuk wilayah Asia Tenggara yang bernama Laksamana Muda W.R. Patterson.
Pemimpin SEAC Asia Tenggara tersebut adalah Laksamana Lord Louis Mountbatten. Di bawah kepeminannya itu, hadirlah pasukan Allied Forces Netherlands East Indies atau biasa disebut AFNEI.
Apa Saja Tugas AFNEI di Indonesia?
Apa saja tugas AFNEI di Indonesia? Pada dasarnya, AFNEI datang ke Indonesia membawa misi khusus. Adapun beberapa tugas AFNEI di Indonesia antara lain:
Menerima penyerahan kekuasaan atas Indonesia dari tangan Jepang.
Membebaskan tawanan perang serta interniran sekutu.
Mengumpulkan serta melucuti sekelompok orang Jepang untuk dipulangkan.
Membantu mempertahankan serta menegakkan kedamaian agar bisa menyerahkan kekuasaan ke pemerintah sipil.
Mengumpulkan keterangan dan menuntut para penjahat perang.
Hubungan AFNEI dan Peristiwa 10 November 1945
Kedatangan AFNEI di Indonesia sendiri tak terlepas dengan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Hal ini diawali ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin AFNEI kala itu tiba di Tanjung Perak, Surabaya pada 25 Oktober 1945.
Pada awalnya, kedatangan AFNEI ini disambut hangat karena dianggap sebagai pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, hal ini kemudian menimbulkan kecurigaan.
Hingga akhirnya, pasukan AFNEI melayangkan penyerangan di Penjara Kalisosok pada 27 Oktober 1945. Hal itu kemudian berlanjut pada pertempuran di Jembatan Wonokromo pada 30 Oktober 1945 yang mengakibatkan tewasnya A.W.S. Mallaby.
Peristiwa tersebut menyebabkan Mayor Jenderal Mansergh melayangkan ultimatum untuk penyerangan pada 10 November 1945.
Demikian informasi seputar apa saja tugas AFNEI di Indonesia beserta sejarah terbentuknya. [ENF]
