Konten dari Pengguna

Apakah Al Ula Boleh Dikunjungi? Ini Jawabannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah Al Ula boleh dikunjungi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah Al Ula boleh dikunjungi. Foto: Pixabay

Kerap menjadi pertanyaan, apakah Al Ula boleh dikunjungi? Sebelumnya situs ini memang dilarang dikunjungi karena pemerintah ingin melindungi situs-situs arkeologi dan bersejarahnya.

Artikel berikut ini akan menjawab pertanyaan apakah Al Ula boleh dikunjungi oleh wisatawan.

Apakah Al Ula Boleh Dikunjungi?

Ilustrasi apakah Al Ula boleh dikunjungi. Foto: Pixabay

Al Ula adalah situs sejarah dan arkeologi yang sangat penting yang sebelumnya tidak boleh dikunjungi karena pemerintah ingin melindunginya.

Larangan ini juga berhubungan dengan upaya pemerintah untuk mengatur dan mengontrol pariwisata agar tidak merusak warisan budaya yang ada.

Dalam buku Catatan Petualangan Vantrala: Curse oleh Yovie KyuSatu, Al Ula awalnya merupakan tempat yang dianggap sebagai tempat terkutuk.

Kota ini dikenal sebagai kota peninggalan kaum Tsamud yang dulu pernah dibinasakan oleh Tuhan akibat menolak beriman dan mengingkari utusan-Nya.

Kota tua Al Ula terletak di Jalur Dupa atau Incense Road, kurang lebih sekitar 300 kilometer sebelah utara kota Madinah, Arab Saudi.

Namun sekarang, Al Ula dapat dikunjungi dan dapat menjadi destinasi yang menarik bagi mereka yang tertarik dengan sejarah, arkeologi, dan budaya.

Madain Saleh disebut pula Al-Hijr atau Hegra, adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di dekat Al-`Ula, Provinsi Madinah di wilayah Hijaz, Arab Saudi.

Situs ini didominasi oleh peninggalan Kerajaan Nabatea dari abad ke-1 Masehi. Selain itu, Al Ula menawarkan berbagai atraksi lain seperti Dadan, tempat pemakaman Lihyanite yang kuno.

Kemudian, Jabal Ikmah yang dikenal sebagai Perpustakaan Terbuka karena banyaknya inskripsi kuno, dan Al Ula Old Town yang merupakan kota tua dengan rumah-rumah tradisional.

Al Ula juga menjadi tuan rumah berbagai festival dan acara sepanjang tahun, termasuk Winter at Tantora, yang menawarkan konser, pameran seni, dan kegiatan budaya lainnya.

Pemerintah Saudi telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan Al Ula sebagai tujuan wisata utama. Proyek-proyek ini termasuk infrastruktur, fasilitas pariwisata, dan program-program budaya untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.

Dengan dibukanya akses bagi wisatawan internasional merupakan jawaban apakah Al Ula boleh dikunjungi yang kini menjadi salah satu tujuan yang patut dikunjungi di Arab Saudi. (SP)