Apakah Permasalahan yang Dihadapi oleh Setiap Protagonis? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis? Dalam karya sastra, protagonis adalah karakter utama yang sering kali dihadapkan pada konflik yang menjadi inti dari alur cerita.
Dikutip dari buku Seputar Naskah Televisi, Pengetahuan Dasar untuk Pemula, Indah Susanti, S.Sn, M.Sn., (2021:12), protagonis adalah tokoh utama yang menggerakkan plot dari awal hingga akhir dan mempunyai itikad tetapi dihalangi oleh tokoh lain.
Protagonis mempunyai irama tragis dan menggerakkan seluruh cerita.
Apakah Permasalahan yang Dihadapi oleh Setiap Protagonis?
Apakah permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis? Meski setiap protagonis memiliki masalah yang unik sesuai dengan cerita, berikut adalah beberapa permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis.
1. Pertentangan Internal
Salah satu permasalahan yang dihadapi protagonis adalah konflik internal, di mana karakter utama berjuang melawan dirinya sendiri. Hal ini dapat berupa keraguan, rasa takut, rasa bersalah atau dilema moral.
Misalnya, dalam novel Hamlet karya Shakespeare, protagonis utama bergulat dengan kebingungan batin, terutama terkait keinginan untuk membalas dendam atau mempertahankan nilai moralnya.
2. Konflik Eksternal
Termasuk apakah permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis, konflik eksternal sering kali berbentuk benturan dengan kekuatan di luar diri protagonis.
Hal tersebut dapat berupa perjuangan melawan tokoh antagonis, masyarakat atau bahkan kekuatan alam.
Misalnya, dalam novel The Hunger Games, Katniss Everdeen menghadapi ancaman dari sistem totalitarian yang menindas, sementara juga harus bertahan hidup dalam situasi yang brutal.
3. Masalah Relasi
Protagonis sering kali mengalami permasalahan dalam hubungan interpersonal. Konflik ini dapat terjadi antara protagonis dengan keluarga, teman atau pasangan yang menambah kedalaman emosi cerita.
Sebagai contoh, dalam novel Pride and Prejudice, Elizabeth Bennet menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan keluarganya dan prasangka sosial sebelum akhirnya menemukan cinta sejatinya.
4. Tekanan Sosial atau Sistemik
Beberapa protagonis harus melawan sistem yang lebih besar, seperti norma sosial atau hukum yang tidak adil. Protagonis dalam cerita seperti ini sering kali melawan ketidakadilan yang dirasakan dalam masyarakat.
Dalam To Kill a Mockingbird, Scout Finch melihat ayahnya berjuang melawan rasisme dalam sistem hukum Amerika pada masa itu.
Demikianlah penjelasan dari apakah permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis. Melalui permasalahan ini, protagonis berkembang, mengubah pandangan hidupnya, atau membuat keputusan penting yang mempengaruhi jalannya cerita.
Baca juga: Sikap terhadap Norma Kehidupan dan Jenis-jenisnya
