Arti dan Dampak Verplichte Leverantie bagi Rakyat Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama menjajah Indonesia, VOC melakukan monopoli perdagangan dan menerapkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah verplichte leverantie. Adapun dampak verplichte leverantie adalah membuat masyarakat mengalami kerugian karena harus menyerahkan hasil buminya.
Kurniawan dalam Dampak Sistem Tanam Paksa terhadap Dinamika Perekonomian Petani Jawa 1830-1870 mengungkapkan bahwa verplichte leverantie umumnya diterapkan dengan menyerahkan hasil bumi maupun uang sebagai bentuk pajak.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pengertian dan dampak verplichte leverantie, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Verplichte Leverantie
Sebelum mencari tahu lebih lanjut mengenai dampak verplichte leverantie, sebaiknya cari tahu dulu pengertiannya. Jadi, verplichte leverantie adalah salah satu kebijakan VOC dalam bidang perekonomian yang merugikan rakyat jajahan.
Melalui kebijakan verplichte leverantie, rakyat diwajibkan untuk menyerahkan hasil buminya kepada VOC. Bahkan, penjualan rempah-rempah terhadap pihak selain VOC juga dilarang.
Di sisi lain, harga jual rempah-rempah rakyat tidak boleh ditentukan sendiri, sehingga VOC yang menentukan sepenuhnya dengan harga relatif rendah. Adapun beberapa hasil bumi yang dijual rakyat kepada VOC adalah nila, kayu, lada, gula, pala, kapas, tembakau, kopi, hingga cengkeh.
Dampak Verplichte Leverantie
Apabila dilihat dari penjelasan seputar verplichte leverantie sebelumnya, kebijakan VOC init entu merugikan rakyat Indonesia. Adapun beberapa dampak verplichte leverantie adalah:
Rakyat Indonesia mengalami kerugian besar akibat penyerahan hasil bumi dengan harga sangat rendah.
Rakyat merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Rakyat Indonesia merasa tertekan akibat kebijakan yang dipaksakan dan diwajibkan.
Kebijakan VOC dalam Bidang Ekonomi Lainnya
Selain verplichte leverantie, VOC juga menerapkan kebijakan ekonomi lainnya yang tak kalah merugikannya, antara lain:
Contingenten, yaitu pembayaran wajib pajak bagi rakyat Indonesia berupa hasil bumi yang diserahkan kepada pihak VOC.
Pelayaran Hongi, yaitu sistem pengawasan perdagangan VOC untuk memantau aktivitas perdagangan blackmarket. Hal ini membuat rakyat tidak mampu memperoleh pemasukan lain di luar dari VOC.
Preangerstelsel, yaitu kewajiban rakyat Priangan untuk menanam kopi. Hal ini terjadi karena harga jual kopi di Eropa terlampau tinggi, sehingga VOC bisa memperoleh keuntungan.
Demikian beberapa informasi mengenai dampak verplichte leverantie bagi rakyat Indonesia. [ENF]
