Konten dari Pengguna

Asal-usul Air Terjun Nglirip yang Sarat Cerita Rakyat dan Keindahan Alam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi asal-usul air terjun Nglirip. Foto: Pixabay.com/nandhukumar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asal-usul air terjun Nglirip. Foto: Pixabay.com/nandhukumar

Asal-usul air terjun Nglirip sering dikaitkan dengan legenda dan sejarah panjang yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat sekitar.

Keberadaan air terjun ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang dipercaya secara turun-temurun.

Lokasinya berada di wilayah Tuban, Jawa Timur, tepatnya di Desa Mulyoagung, dan telah menjadi ikon lokal yang penuh misteri.

Asal-usul Air Terjun Nglirip

Ilustrasi asal-usul air terjun Nglirip. Foto: Pixabay.com/Engin_Akyurt

Dikutip dari ayoningtuban.tubankab.go.id, asal-usul air terjun Nglirip berakar dari masa sebelum Indonesia meraih kemerdekaan, ketika kawasan ini menjadi tempat singgah para pejuang.

Mata air yang memancar di lokasi tersebut sangat melimpah, jernih, dan tidak pernah surut meskipun digunakan setiap hari.

Para pejuang memanfaatkannya untuk keperluan hidup selama dalam pergerakan, seperti minum, mandi, dan mengambil air untuk bekal di medan perang.

Sumber air yang terus mengalir itu menimbulkan kekaguman tersendiri, sehingga muncul istilah “Ngili golek urip,” yang artinya mencari kehidupan dari aliran air.

Seiring waktu, istilah itu kemudian disingkat menjadi “Nglirip” dan menjadi sebutan bagi wilayah tersebut.

Masyarakat sekitar juga mengenal kisah tentang seorang gadis desa yang jatuh cinta pada pria dari kalangan bangsawan. Hubungan mereka ditentang oleh keluarga pihak laki-laki karena perbedaan status sosial.

Akibat penolakan tersebut, sang pria dibunuh oleh ayahnya sendiri, membuat si gadis terpukul dan memilih bertapa di balik gua di dekat air terjun. Menurut cerita, jasadnya menghilang dan dipercaya moksa.

Arwah gadis itu diyakini masih berada di kawasan air terjun, sehingga muncul larangan bagi pasangan untuk bermesraan di lokasi ini karena diyakini akan berujung pada perpisahan.

Keyakinan tersebut masih hidup hingga kini dan menjadi bagian penting dalam atmosfer mistis kawasan air terjun.

Legenda lain menyebutkan bahwa asal-usul dari air terjun Nglirip berkaitan dengan seorang putri yang sering muncul di kawasan tersebut. Sosoknya digambarkan cantik, mengenakan pakaian khas kerajaan, dan memiliki hobi membatik.

Ia dipercaya sebagai makhluk halus yang menjaga wilayah air terjun. Warga sekitar sering menceritakan kemunculannya di antara pepohonan atau air yang mengalir deras.

Kisah ini memperkuat kepercayaan bahwa kawasan tersebut bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga sakral secara spiritual.

Versi ketiga dalam asal-usul dari air terjun Nglirip menyebut pertemuan antara Adipati Tuban dari zaman Majapahit dan seorang gadis dari desa Nglirip. Gadis itu memikat hati sang adipati dan dipersunting sebagai selir.

Walau telah menjadi bagian dari keluarga adipati, gadis itu menolak hidup di pendopo karena masih mencintai kekasih lamanya dari kalangan rakyat biasa.

Ketika mengetahui bahwa sang kekasih dibunuh oleh orang tuanya sendiri, ia memilih mengasingkan diri dan bertapa hingga akhir hayat.

Sosok gadis itu dipercaya masih muncul hingga kini, terutama jika ada pasangan yang melanggar pantangan setempat. Kejadian ini menambah lapisan cerita spiritual di balik sejarah air terjun tersebut.

Sebagai penutup, asal-usul air terjun Nglirip tidak bisa dilepaskan dari perpaduan antara sejarah, kepercayaan lokal, dan kisah legenda yang tumbuh di tengah masyarakat Tuban.

Pesona alam yang indah berpadu erat dengan narasi mistis yang menjadikan lokasi ini lebih dari sekadar destinasi wisata. (Suci)

Baca Juga: Asal-usul Negara Dong Wu hingga Jatuhnya ke Tangan Jiran