Asal-usul Halloween, Budaya yang Lekat dengan Unsur Horor

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal-usul Halloween sebenarnya berakar pada festival kuno yang disebut Samhain, yang dirayakan oleh masyarakat Celtic di Irlandia lebih dari dua ribu tahun lalu.
Halloween dikenal luas karena identik dengan kostum menyeramkan, dekorasi horor, dan suasana mistis. Berdasarkan buku Why? World Festival, YeaRimDang, (2020: 152), simbol paling terkenal pada perayaan Halloween adalah “Jack O’ Lantern”.
Simbol tersebut merupakan ukiran wajah iblis di labu besar dengan daging labu yang sudah dibersihkan, sehingga lilin yang dinyalakan bisa dimasukkan ke dalamnya.
Asal-usul Halloween dan Tradisinya
Popularitas Halloween kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Kini, asal-usul Halloween tetap terasa dalam nuansa horor dan kepercayaan dunia gaib yang kerap muncul pada acara tahunan ini. Berikut asal-usul Halloween dan tradisinya yang diketahui saat ini:
1. Mengukir Jack-o'-Lantern
Tradisi mengukir Jack-o’-Lanterns berasal dari Irlandia, awalnya menggunakan lobak.
Berdasarkan legenda, pria bernama Stingy Jack mengembara di Bumi sebagai hantu dengan batu bara dalam lobak berukir untuk menerangi jalannya, menginspirasi penduduk untuk mengukir wajah menakutkan guna menakuti roh jahat.
2. Melihat Hantu
Festival Samhain menandai pergantian tahun di akhir musim panen dan awal musim dingin. Masyarakat Celtic meyakini bahwa roh-roh mengembara di bumi selama festival ini.
Kemudian, misionaris Kristen memperkenalkan Hari Semua Jiwa pada 2 November, memperkuat keyakinan bahwa orang hidup dapat berinteraksi dengan roh-roh pada waktu tertentu tiap tahun.
3. Trick or Treat
Asal mula trick-or-treat memiliki tiga teori utama. Pertama, orang Celtic meninggalkan makanan bagi roh selama Samhain.
Kedua, berasal dari "souling" di Skotlandia, di mana anak-anak meminta makanan sebagai ganti doa untuk arwah.
Ketiga, tradisi belsnickeling dari Jerman-Amerika, di mana anak-anak berhadiah makanan jika tidak dikenali dalam kostum mereka.
4. Melahap Permen
Pada awalnya, suguhan trick-or-treat tidak selalu berupa permen, tetapi bisa berupa buah, kacang, koin, atau mainan.
Pada tahun 1950-an, perusahaan permen memasarkan permen kecil yang praktis dibagikan, dan pada 1970-an permen dominan karena orang tua khawatir terhadap suguhan tidak terbungkus.
Halloween, yang berakar pada festival Samhain masyarakat Celtic di Irlandia, kini dikenal dengan unsur horor dan tradisi mistisnya.
Asal-usul Halloween juga meliputi legenda Jack-o'-Lantern dan evolusi trick-or-treat, serta pengaruh permen yang mendominasi perayaan. (nov)
Baca juga: Bagaimana Asal-usul Nenek Moyang Indonesia? Inilah Penjelasannya
