Konten dari Pengguna

Asal-usul Pembentukan Tentara Nasional pada Oktober 1945

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pembentukan Tentara Nasional. Sumber: Unsplash.com/mz romadhoni
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pembentukan Tentara Nasional. Sumber: Unsplash.com/mz romadhoni

Pembentukan Tentara Nasional di Indonesia bermula dari ketidakpuasan sejumlah tokoh pemuda terhadap BKR. BKR merupakan Badan Keamanan Rakyat yang terbentuk pada Agustus 1945.

Pada masa itu, Presiden Soekarno mengumumkan berdirinya BKR melalui radio pada tanggal 23 Agustus 1945. Namun, banyak tokoh pemuda mengharapkan pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sejarah Pembentukan Tentara Nasional Tahun 1945

Ilustrasi Pembentukan Tentara Nasional. Sumber: Unsplash.com/Jilbert Ebrahimi

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Selang beberapa hari kemudian, Presiden Soekarno mengumumkan tiga badan baru melalui pidatonya di radio.

Mengutip dari buku Sejarah 3, Mustopo, dkk. (2006: 26), tiga badan baru tersebut adalah Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Pembentukan BKR pada masa itu memiliki tujuan untuk menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban umum di Republik Indonesia. Namun, pembentukan badan tersebut ternyata tidak berjalan mulus, bahkan tidak sejalan dengan keinginan tokoh pemuda.

Tokoh pemuda menghendaki terbentuknya Tentara Nasional Indonesia. Usulan sejumlah tokoh pemuda itu mendapat penolakan dari pemerintah dengan alasan dapat memancing permusuhan dengan kekuatan asing yang masih ada di Indonesia.

Walaupun mengalami penolakan, tokoh pemuda tidak langsung diam. Tokoh pemuda kemudian membentuk Komite Van Aksi.

Terbentuknya Tentara Nasional di Indonesia

Ilustrasi Pembentukan Tentara Nasional. Sumber: Unsplash.com/Johnny Briggs

Komite Van Aksi yang didirikan oleh sejumlah tokoh pemuda bermarkas di Jalan Menteng No. 31. Mengutip dari Sejarah untuk Kelas XII SMA/MA karya Supriatna (2008: 8), komite itu di bawah pimpinan Adam Malik, Soekarni, Chaerul Saleh, dan M. Nitimihardjo.

Kembali mengutip dari Mustopo, dkk. (2006: 26 – 27), Selain itu, muncul badan-badan perjuangan lainnya di Jawa, seperti:

  • Barisan Banteng;

  • Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi;

  • Pemuda Indonesia Maluku;

  • Hizbullah;

  • Sabilillah;

  • Pemuda Sosialis Indonesia; dan

  • Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia.

Gejolak pun semakin memanas dengan campur tangan tentara Sekutu. Tentara Sekutu terus berusaha membebaskan dan mempersenjatai kembali pasukan Belanda yang menjadi tawanan Jepang.

Pihak tersebut kemudian melakukan rangkaian tindakan provokatif dan agresif. Oleh karena itu, pemerintah Republik Indonesia menyadari urgensi pembentukan Tentara Nasional.

Guna meredam rangkaian gejolak yang terjadi, Maklumat Pemerintah pun keluar. Maklumat Pemerintah Tanggal 5 Oktober 1945 menyatakan berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Berdasarkan pemaparan tersebut, diketahui bahwa pembentukan Tentara Nasional di Indonesia bermula dari ketidakpuasan terhadap BKR. Akhir dari rangkaian peristiwa yang terjadi adalah dikeluarkannya Maklumat Pemerintah 5 Oktober 1945. (AA)