Asal-Usul Permainan Kucing Kucingan dan Cara Bermainnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia mempunyai banyak permainan tradisional yang kerap dimainkan oleh anak-anak, seperti kucing-kucingan. Asal usul permainan kucing kucingan bermula dari zaman dahulu ketika permainan ini muncul di sekitar Jawa Timur serta Jawa Tengah.
Lubis dan Aziz dalam penelitiannya yang bertajuk Efektifitas Permainan Tradisional Kucing-Kucingan untuk Mengembangkan Perilaku Sosial Anak di TK Rokan Jaya menyampaikan bahwa permainan kucing kucingan adalah jenis permaian yang bisa membantu mengasah kemampuan sosial anak.
Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai asal usul permainan kucing kucingan, simak penjelasannya dalam bacaan berikut.
Asal-Usul Permainan Kucing-kucingan
Permainan kucing-kucingan adalah jenis permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak di luar ruangan. Dalam permainan ini, terdapat dua kelompok peran, yakni yang berperan sebagai kucing dan ada pula yang berperan sebagai tikus.
Asal-usul permainan kucing-kucingan bermula dari tahun 1913, ketika permainan ini mulai muncul di kalangan masyarakat Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Permainan ini tergolong sebagai permainan yang digemari anak-anak dan biasa dimainkan di kalangan anak sekolah.
Umumnya, cara bermain kucing-kucingan ini adalah seekor kucing yang berkejar-kejaran dengan tikus. Maka dari itu, banyak orang yang menyebut ini sebagai permainan kucing dan tikus.
Cara Bermain Kucing-kucingan
Apabila kamu ingin bermain kucing-kucingan, cara memainkannya cukup mudah, tetapi membutuhkan banyak peserta. Adapun cara bermain kucing-kucingan adalah:
Ajak banyak teman untuk bermain kucing-kucingan.
Setelah itu, buatlah lingkaran besar.
Setelah itu, pilih dua orang untuk menjadi tikus dan kucing. Pemilihan bisa dilakukan melalui cara hompimpa agar lebih adil.
Bagi peserta lainnya bisa berperan sebagai tikus penjaga.
Peserta lain harus bergandengan tangan guna menjaga tikus agar terhindar dari tangkapan kucing.
Selain itu, ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi oleh para pemain kucing-kucingan, antara lain:
Tikus pemain serta kucing harus berada di dalam lingkaran atau bisa berada di tengah tikus penjaga.
Kucing harus berusaha menangkap tikus yang keluar dari lingkaran tikus penjaga.
Tikus penjaga berperan untuk menutup akses bagi kucing agar tidak dapat menangkap tikus.
Apabila tikus pemain berhasil ditangkap, maka harus berganti peran dengan kucing atau sebaliknya.
Demikian informasi mengenai asal usul permainan kucing-kucingan yang perlu diketahui. [ENF]
