Asal Usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara dan Keunikannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan, salah satunya Tari Tor-Tor. Asal usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara diperkirakan muncul sejak zaman purba.
Nainggolan dalam Makna Tari Tortor sebagai Identitas Orang Batak di Kota Balikpapan menyebutkan bahwa Tari Tor-Tor adalah suatu seni tari asal Batak yang bisa dipertunjukkan sebagai hiburan maupun acara tertentu.
Untuk mengetahui asal usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara, simak selengkapnya dalam bacaan berikut.
Asal Usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara
Asal usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara diperkirakan telah muncul pada zaman purba. Beberapa masyarakat juga mengungkapkan bahwa tarian tradisional ini dulunya dipertunjukkan sebagai bentuk hiburan para raja ketika harus bersembunyi dari perlawanan penjajah Belanda.
Di samping itu, pada abad ke-13, Tari Tor-Tor digunakan sebagai bentuk persembahan terhadap roh leluhur. Tari Tor-Tor memiliki makna penting sebagai bagian dari upacara adat masyarakat Batang. Adapun filosofi dari Tari Tor-Tor adalah sebagai bentuk harapan dan doa mengenai situasi yang dialami.
Nama Tor-Tor sendiri diambil dari bunyi hentakan kaki di lantai rumah masyarakat Batak. Bahan kayu pada lantai tersebut menghasilkan bunyi "tor, tor".
Keunikan Tari Tor-Tor
Tari Tor-Tor mempunyai banyak keunikan yang menjadi ciri khasnya. Adapun sejumlah bentuk keunikan Tari Tor-Tor adalah:
Menjadi tari seremonial dengan iringan musik gondang.
Biasa dipersembahkan dalam acara adat.
Masyarakat batak menganggap Tari Tor-Tor sebagai media komunikasi. Hal itu karena gerakannya mampu menghasilkan interaksi dengan penonton.
Setiap penari Tor-Tor diharuskan untuk mengenakan kain ulos Batak dan alat musik gondang.
Terdapat pantangan bahwa tangan penari Tor-Tor tidak boleh naik melebihi bahu.
Gerakan Tari Tor-Tor
Terdapat beberapa gerakan Tari Tor-Tor yang khas, antara lain:
Pangurdot, yaitu gerakan tari yang seluruh badan menjadi pusat daya geraknya. Hal ini membuat setiap anggota tubuh bertumpu pada telapak kaki serta tumit.
Pangeal, yaitu gerakan pinggang sampai kepala yang lincah serta diikuti dengan gerak anggota tubuh lainnya.
Pandenggal, yaitu gerak rotasi saat telapak tangan dibuka, kemudian diangkat perlahan-lahan.
Siangkupna, yaitu gerak yang fokus pada leher.
Hapunna, yaitu gerak wajah penari yang memperlihatkan ekspresi wajah.
Demikian sederet informasi mengenai asal usul Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara. [ENF]
