Bagaimana Pengaruh Kebudayaan Hindu Budha pada Pemerintahan? Ini Penjelasannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sejarah Indonesia, masuknya Hindu dan Buddha ke Indonesia sudah berlangsung semenjak berabad lalu. Itu membuktikan besarnya pengaruh pada berbagai aspek. Oleh karena itu bagaimana pengaruh kebudayaan Hindu-Budha pada sistem pemerintahan perlu diketahui.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, contoh pengaruh besar dari kebudayaan hindu budha adalah dua candi paling populer di Indonesia yaitu, candi Borobudur dan Prambanan mempunyai corak hindu dan budha.
Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai bagaimana pengaruh kebudayaan Hindu-Budha pada sistem pemerintahan.
Pengaruh Kebudayaan Hindu Budha pada Sistem Pemerintahan
Ketika hindu buddha berkembang di Indonesia, sistem pemerintahan berbentuk monarki seperti di India, tempat kelahiran Hindu-Buddha. Masuknya agama Hindu-Budha menjadi awal mula peradaban Indonesia kuno dengan munculnya kerajaan-kerajaan kuno.
Berikut ini akan dijelaskan pengaruh kebudayaan Hindu-Budha pada sistem pemerintahan yang terdiri atas sistem kerajaan dan struktur birokrasi
Sistem Kerajaan
Setelah masuknya Hindu-Buddha pada abad ke-2 hingga abad ke-4 ke nusantara, muncul berbagai kerajaan yang memiliki corak Hindu-Buddha di wilayah Indonesia.
Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah Kerajaan Kutai, yang mempunyai wilayah kekuasaan di Kalimantan Timur sejak abad ke-4.
Sistem pemerintahan berbentuk kerajaan ini menganut paham Hindu tentang Devaraja atau mengkultuskan raja yang didewakan atau dianggap sebagai titisan dewa.
Mulai saat itu, para penguasa wilayah di Indonesia dengan kepercayaan Hindu-Buddha kemudian menggunakan gelar dalam bahasa Sanskerta.
Konsep pemerintah ini berkaitan erat dengan konsep Chakravartin atau artinya penguasa semesta dalam sistem pemerintahan di India.
Sebagai perwujudan kekuasaan dari raja, ketika raja telah meninggal maka jasadnya akan dijadikan abu lalu disemayamkan di candi.
Struktur Birokrasi
Dalam struktur birokrasi kerajaan bercorak Hindu-Buddha, adanya raja sebagai penguasa tertinggi. Di bawah posisi raja terdapat jabatan misalnya Rakryan I Hino, Rakryan I Halu, dan Rakryan I Sirikan.
Ketiga jabatan tersebut berisikan putra raja atau umum disebut raja muda atau Yuwaraja.
Di bawah jabatan Yuwaraja ada jabatan yang disebut Pamgat Timwan, yang mengurus bidang keagamaan dan Upappatti yang mengurus perihal peradilan.
Selain itu, terdapat dua belas jabatan lainnya yang tugasnya sebagai pelaksana pemerintahan di kotaraja atau istilah umumnya pusat pemerintahan. Ada juga pejabat rendahan yang terdiri atas kepala desa dengan sebutan rama atau karaman.
Demikian penjelasan bagaimana pengaruh kebudayaan Hindu-Budha pada sistem pemerintahan. (ARH)
