Bagaimana Perkembangan Geografi pada Masa Pertengahan? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana perkembangan geografi pada masa pertengahan? Pada masa ini, geografi mengalami berbagai kemajuan meskipun berada dalam konteks yang berbeda antara dunia Barat dan dunia Islam.
Artikel berikut akan membahas lebih lanjut bagaimana perkembangan geografi pada masa pertengahan yang perlu diketahui berdasarkan buku Geografi Sejarah Indonesia oleh Yulia Siska.
Bagaimana Perkembangan Geografi pada Masa Pertengahan?
Pada akhir abad pertengahan, uraian-uraian tentang Geografi masih bercirikan hasil laporan perjalanan, baik perjalanan yang dilakukan melalui darat maupun melalui laut.
Perjalanan umat manusia di muka bumi dilakukan oleh para pedagang yang melakukan perniagaan antarnegara dan antarbenua, serta dilakukan oleh para tentara untuk melakukan peperangan dan meluaskan tanah kekuasaan.
Perjalanan melalui darat yang terkenal adalah "Via Appia", perjalanan darat antara Roma dan Capua (950 SM) serta "Jalan Sutra" antara Tiongkok dan Timur Tengah (abad pertengahan) telah menjadi sumber materi geografi yang sangat berharga pada masa itu.
Namun, secara khusus, setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat, Eropa mengalami masa yang disebut Zaman Kegelapan (Dark Ages) di mana banyak pengetahuan ilmiah, termasuk geografi, mengalami kemunduran.
Pengetahuan geografi sering kali dipengaruhi oleh pandangan Gereja Katolik yang lebih fokus pada teologi daripada eksplorasi ilmiah. Peta-peta yang dibuat sering kali mencerminkan pandangan dunia religius, seperti peta T dan O.
Meskipun demikian, ada beberapa tokoh penting yang tetap melanjutkan studi geografi melalui perjalanan, seperti Marco Polo yang menulis tentang perjalanannya ke Asia, memberikan wawasan baru tentang wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak dikenal di Eropa.
Sedangkan, di dunia Islam, ilmuwan muslim menerjemahkan dan memelihara karya-karya geografi dari Yunani dan Romawi, seperti karya Ptolemy. Mereka juga memperluas pengetahuan ini dengan penemuan dan observasi mereka sendiri.
Banyak ahli geografi Muslim yang melakukan perjalanan luas dan menulis tentang berbagai wilayah. Contohnya, Ibn Battuta yang perjalanannya meliputi hampir seluruh dunia Islam dan sebagian besar dunia non-Muslim yang dikenal pada masa itu.
Tokoh seperti Al-Idrisi, yang bekerja di istana Raja Roger II di Sisilia, menghasilkan peta dunia yang sangat rinci dan buku geografi Tabula Rogeriana. Al-Masudi juga menulis banyak tentang geografi dalam karya-karyanya.
Perdagangan yang luas di dunia Islam memungkinkan pertukaran informasi geografis yang signifikan, membantu memperluas pemahaman tentang berbagai wilayah di dunia.
Secara keseluruhan, meskipun perkembangan geografi di Eropa Barat agak stagnan pada awal masa Pertengahan, dunia Islam mengalami kemajuan yang signifikan dalam bidang ini.
Demikian adalah jawaban akan pertanyaan bagaimana perkembangan geografi pada masa pertengahan yang perlu diketahui. (SP)
