Konten dari Pengguna

Bagaimana Tradisi Minum Kopi di Jawa? Inilah Filosofinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi minum kopi di Jawa. Sumber: Toni Cuenca/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi minum kopi di Jawa. Sumber: Toni Cuenca/pexels.com

Budaya minum kopi di Jawa telah berkembang sejak lama, yakni pada masa penjajahan Belanda. Bagaimana tradisi minum kopi di Jawa? Budaya ini bermula dari kebiasaan orang dewasa untuk mengonsumsi kopi.

Breman dalam penelitiannya yang bertajuk Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa 1720-1870, mengungkapkan bahwa kopi termasuk sebagai komoditas penting di Indonesia yang telah berkembang sejak abad ke-18 Masehi dan dibawa oleh bangsa Belanda.

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai bagaimana tradisi minum kopi di Jawa, simak selengkapnya di artikel berikut.

Tradisi Minum Kopi di Jawa

Ilustrasi tradisi minum kopi di Jawa. Sumber: Igor Haritanovich/pexels.com

Kopi adalah salah satu minuman favorit masyarakat di Pulau Jawa. Semula, kopi bukan termasuk komoditas Indonesia. Biji kopi baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1696 ketika pemerintah Belanda membawa biji kopi arabika dari India.

Lantas, bagaimana tradisi minum kopi di Jawa? Tradisi minum kopi ini berawal dari perkebunan kopi pertama di Indonesia yang didirikan oleh pihak Belanda di kawasan Priangan, Jawa Barat.

Industri kopi ini juga banyak mengalami pasang surut, seperti serangan hama dan penyakit. Gelombang pertama tradisi minum kopi di Jawa berawal dari tahun 1800-an. Saat itu, kopi disajikan dalam bentuk praktis di tengah Perang Dunia Pertama.

Memasuki tahun 1960-an, kopi mulai mengalami banyak perkembangan dan bermunculan jenis-jenis lainnya, seperti espresso, latte, cappuccino, mochaccino, frappuccino, dan varian lainnya.

Sekitar tahun 2000-an, masyarakat mulai sadar jika kopi mempunyai banyak minat. Semula, kopi ini disajikan untuk orang dewasa guna menghilangkan rasa kantuk selama bekerja. Lambat laut, para anak muda juga mulai menyukai kopi.

Filosofi Kopi di Jawa

Orang Jawa memandang kopi bukan hanya sebagai minuman. Lebih dari itu, filosofi kopi bagi masyarakat Jawa justru dikaitkan dengan pembelajaran sehari-hari.

Bagi masyarakat Jawa, kopi akan disajikan oleh perempuan di pagi hari kepada pasangannya. Lalu, diminum perlahan-lahan sebelum berangkat kerja, di tempat kerja, maupun di rumah.

Jadi, masyarakat Jawa memaknai kopi sebagai mengolah pikiran. Semula, kopi yang memiliki cita rasa pahit menjadi manis setelah diolah dan dicampur dengan gula, susu, maupun campuran lainnya.

Demikian informasi mengenai bagaimana tradisi minum kopi di Jawa dan filosofinya. [ENF]