Bahasa Daerah Papua: Jumlah dan Fakta Uniknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa daerah Papua adalah salah satu kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Bahasa Papua memiliki keragaman yang luar biasa. Bahasa ini terbentang di wilayah Pulau Papua yang luas dan penuh dengan keanekaragaman suku.
Terdapat ratusan bahasa yang hidup dan berkembang, mencerminkan warisan leluhur masyarakat Papua yang kaya dan unik. Setiap bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan identitas, tradisi, dan nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun.
Bahasa Daerah Papua
Terdapat berbagai hal menarik mengenai bahasa daerah Papua. Berikut adalah jumlah bahasa daerah Papua dan fakta uniknya berdasarkan situs website badanbahasa.kemdikbud.
1. Rumpun Bahasa
Secara umum, penduduk Papua terbagi ke dalam dua rumpun bahasa besar berdasarkan pembagian bahasa yang digunakannya. Dua rumpun tersebut adalah rumpun bahasa Austronesia dan rumpun bahasa non-Austronesia.
Bahasa-bahasa yang termasuk ke dalam kelompok bahasa Austronesia sering kali disebut juga rumpun bahasa Melanesia. Rumpun bahasa non-Austronesia sering kali disebut juga bahasa Papua.
2. Jumlah Bahasa
Dua rumpun bahasa ini merupakan bahasa induk yang di dalamnya termasuk bahasa-bahasa lokal yang terdapat di Papua. hasil penelitian tim Balai Bahasa Papua dan Papua Barat pada tahun 2013 telah teridentifikasi sebanyak 307 bahasa daerah.
Fakta itu memperkukuh posisi Tanah Papua sebagai daerah yang paling banyak memiliki bahasa daerah dibandingkan dengan daerah atau suku lain di Indonesia. Namun jumlah penutur bahasa daerah di tanah Papua yang terus mengalami penurunan.
Jumlah penutur bahasa daerah Tabatji di Teluk Yotefa hingga saat ini terus menurun. Hal ini dapat terjadi karena secara geografis Kampung Tabatji dan Enggros saat ini berada di tengah kota, jika dibandingkan dengan sebelumnya.
3. Kelompok Penutur Bahasa dan Pengelompokannya
Para penutur bahasa lokal yang berbeda-beda ini, tergolong ke dalam rumpun atau bahasa induk Austronesia. Penutur ini terdapat di kalangan masyarakat di sekitar pantai, misalnya bahasa Biak, bahasa Wandamen, bahasa Waropen, dan bahasa Maya.
Kelompok-kelompok penutur bahasa non-Austronesia disebut juga sebagai bahasa Papua. Penutur tersebut terdapat di kalangan penduduk di daerah pedalaman dan pegunungan tengah.
Kelompok penutur bahasa non-Austronesia tersebar mulai dari Kepala Burung di sebelah barat sampai di ujung timur Pulau Nieuw Guinea.
Contoh bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Meybrat, bahasa Dani, bahasa Ekari, bahasa Asmat, bahasa Muyu dan bahasa Sentani.
Bahasa-bahasa yang tergolong ke dalam bahasa Papua dibagi ke dalam sepuluh phylum oleh para ahli linguistik. Berikut adalah pembagian sepuluh phylum bahasa Papua oleh para ahli linguistik.
Trans New Guinea Phylum
West Papuan Phylum
Sepik-Ramu Phylum
Toricelli Phylum
Sko Phylum
Kwomtari Phylum
Arai (Left May) Phylum
Amto-Musian Phylum
Geelvink Bay Phylum
East Bird’s Head Phylum
Bahasa daerah Papua merupakan bahasa terbanyak di Indonesia. Bahasa papua dibagai menjadi dua rumpun berdasarkan daerah penutur. (Fia)
Baca juga: Fakta Menarik Suku Arfak yang Menduduki Papua Barat
