Konten dari Pengguna

Bahasa Indonesia Disebut sebagai Bahasa yang Egaliter?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa bahasa indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa bahasa indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter. Foto: Pixabay

Bahasa Indonesia sering disebut bahasa yang egaliter. Namun, mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter?

Simak artikel berikut ini untuk menjawab pertanyaan dan mengetahui alasan tentang mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter.

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut sebagai Bahasa yang Egaliter?

Ilustrasi mengapa bahasa indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter. Foto: Pixabay

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, egaliter diartikan sebagai bersifat sama atau sederajat. Dalam kaitannya dengan bahasa, egaliter juga disematkan dalam bahasa Indonesia karena berbagai alasan.

Bahasa Indonesia diketahui tidak memiliki sistem kasta atau tingkatan bahasa yang kompleks seperti yang ada dalam bahasa Jawa atau bahasa Bali.

Semua orang, terlepas dari latar belakang sosial atau status mereka, menggunakan bahasa yang sama dalam percakapan sehari-hari.

Bahasa Indonesia menggunakan kata ganti orang yang sama untuk semua orang. Misalnya, kata ganti "saya" atau "aku" bisa digunakan oleh siapa saja tanpa memandang status sosial, sedangkan kata ganti "kamu" atau "anda" dapat digunakan untuk orang lain tanpa harus membedakan status mereka.

Dalam bahasa Indonesia, penggunaan gelar sering kali tidak terlalu kompleks dan lebih mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Gelar akademik atau profesional digunakan dalam konteks formal, tetapi dalam percakapan sehari-hari, orang lebih cenderung menggunakan nama depan atau panggilan tanpa menekankan hierarki.

Bahasa Indonesia juga tidak membedakan jenis kelamin dalam kata ganti orang ketiga tunggal, menggunakan "dia" baik untuk laki-laki maupun perempuan. Hal ini menciptakan kesetaraan dalam komunikasi tanpa memerlukan perubahan kata berdasarkan gender.

Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah dan media massa di seluruh Indonesia. Hal ini membantu mempromosikan kesetaraan dalam akses informasi dan pendidikan, serta memfasilitasi komunikasi antar individu dari berbagai latar belakang sosial dan daerah.

Bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa nasional untuk mempersatukan berbagai suku dan etnis di Indonesia. Ini memberikan rasa kesetaraan dan persatuan di antara masyarakat yang beragam, karena semua orang di Indonesia belajar dan menggunakan bahasa yang sama sebagai bahasa resmi.

Secara keseluruhan, bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter karena berfungsi sebagai alat komunikasi yang mempromosikan kesetaraan dan tidak membedakan individu berdasarkan status sosial, hierarki, atau gender. (SP)