Batu Nisan Malik Al-Saleh sebagai Bukti Sejarah Teori Gujarat

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
4 April 2024 20:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi batu nisan Malik Al-Saleh sebagai bukti pendukung teori Gujarat. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batu nisan Malik Al-Saleh sebagai bukti pendukung teori Gujarat. Sumber: Pixabay/pexels.com
ADVERTISEMENT
Masuknya agama Islam di Indonesia terjadi melalui beberapa jalur yang melahirkan berbagai teori. Adanya batu nisan malik Al-Saleh merupakan salah satu bukti pendukung teori Gujarat.
ADVERTISEMENT
Permatasari dan Hudaidah dalam Proses Islamisasi dan Penyebaran Islam di Nusantara menyampaikan bahwa teori Gujarat adalah teori proses Islamisasi di Indonesia yang menyebutkan bahwa agama Islam masuk dibawa oleh pedagang asal Gujarat, India.
Untuk mengetahui informasi penting seputar teori Gujarat, simak selengkapnya dalam bacaan berikut ini.

Pengertian Teori Gujarat

Ilustrasi batu nisan Malik Al-Saleh sebagai bukti pendukung teori Gujarat. Sumber: RDNE Stock project/pexels.com
Teori Gujarat adalah salah satu teori masuknya Islam ke Indonesia yang menyatakan bahwa agama tersebut dibawa oleh pedagang asal Gujarat, India.
Gujarat termasuk sebagai wilayah yang berada di India Barat dan berdekatan dengan Laut Arab. Maka dari itu, banyak penduduknya yang memeluk agama Islam.
Pencetus teori Gujarat yang pertama adalah J. Pijnapel, seorang sarjana Universitas Leiden, Belanda. Menurut Pijnapel, sekitar abad ke-7 Masehi, banyak orang Arab singgah di Gujarat serta Malabar dan menyebarkan agama Islam.
ADVERTISEMENT
Setelah orang Gujarat memeluk agama Islam, mereka pun pergi untuk berdagang melalui Selat Malaka yang membawanya ke Indonesia. Hal itu diperkirakan terjadi sekitar abad ke-13 Masehi.
Mereka pun mulai menetap dan melakukan perkawinan dengan masyarakat lokal. Hal inilah yang mendorong masyarakat Indonesia perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.

Penemuan Batu Nisan Malik Al-Saleh

Untuk mendukung teori Gujarat ini, kemudian ditemukan batu nisan Malik Al-Saleh atau Malikussaleh selaku sultan dari Kerajaan Samudera Pasai.
Adanya batu nisan Malik Al-Saleh merupakan salah satu bukti pendukung teori Gujarat, India. Pada batu nisan tersebut, tertulis tahun 1297 yang menunjukkan bahwa Islam telah ada di Indonesia sejaka abad ke-13 Masehi.
Bentuk batu nisan tersebut diperkirakan mirip dengan batu nisan yang berada di Gujarat, sehingga bisa diartikan bahwa orang Gujarat menjadi salah satu penyebar agama Islam di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menurut sejarah, Sultan Malik Al-Saleh semula belum beragama Islam sampai akhirnya mendapatkan bujukan dari pendakwah yang bernama Fakir Muhammad serta Syaikh Ismail. Dirinya lantar mendirikan Kerajaan Samudera Pasai.
Demikian informasi seputar batu nisan Malik Al-Saleh sebagai bukti pendukung teori Gujarat. [ENF]